Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40 Persen Borrower UMKM

Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40 Persen Borrower UMKM

Ekonomi | okezone | Senin, 15 Juni 2026 - 12:08
share

JAKARTA - Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mencatat total akumulasi penyaluran pinjaman telah melampaui Rp1.388 triliun, dengan lebih dari 169 juta borrower aktif yang terlayani.

Sebanyak 38 hingga 40 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM yang mendapatkan akses pendanaan untuk pertama kalinya, dan lebih dari 90 persen borrower membayar tepat waktu sesuai perjanjian.

Sekretaris Jenderal Aftech, Firlie Ganinduto, mengatakan pindar menjadi jembatan bagi jutaan orang yang selama ini tidak memiliki rekam jejak perbankan untuk mendapatkan modal dan berkembang. Mereka meminjam untuk membeli stok dagangan, membayar biaya sekolah anak, atau menambah modal saat arus kas tersendat, kemudian melunasi pinjamannya tanpa masalah.

"Cerita mereka juga bagian dari realitas industri ini," katanya, Senin (15/6/2026).

Firlie menjelaskan Aftech secara aktif memastikan seluruh penyelenggara pindar yang menjadi anggota beroperasi dengan standar tata kelola yang ketat, transparan dalam biaya dan bunga sejak awal perjanjian, serta memiliki mekanisme perlindungan konsumen yang terstandar dan dapat diakses publik.

"Kepercayaan adalah satu-satunya fondasi yang membuat industri ini bisa terus tumbuh dan relevan. Aftech tidak hanya hadir sebagai asosiasi administratif. Kami adalah mitra aktif bagi setiap anggota dalam membangun kepercayaan itu, kepada pengguna, kepada regulator, kepada masyarakat luas," tegasnya.

Di tingkat platform, dampak yang dirasakan borrower tidak berhenti pada angka pinjaman yang cair.

Ekosistem yang terbentuk jauh lebih luas dari sekadar transaksi. Direktur Utama Easycash, Nucky Poedjiardjo, menggambarkan bagaimana platform yang dipimpinnya melihat perubahan perilaku ekonomi para pengguna dari waktu ke waktu.

"Yang kami lihat adalah bagaimana seorang borrower yang pertama kali meminjam untuk stok dagangan kecil, dua tahun kemudian sudah memiliki beberapa karyawan dan mulai masuk ke ekosistem perbankan formal. Pindar bukan titik akhir perjalanan keuangan mereka, kami adalah titik masuknya. Dan itu yang membuat pekerjaan ini punya makna," kata Nucky.

Ia mencatat sebagian besar penggunanya berasal dari segmen yang sebelumnya tidak tersentuh layanan keuangan konvensional, dan tingkat kepercayaan yang dibangun melalui pengalaman pertama yang positif menjadi modal terbesar bagi pertumbuhan jangka panjang.

Pandangan serupa disampaikan oleh Direktur PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), Yonathan Gautama. Ia menyebut ada sesuatu yang sangat kuat yang terjadi ketika seseorang yang tidak pernah dianggap layak oleh sistem keuangan formal untuk pertama kalinya mendapatkan kepercayaan berupa modal.

"Kami mencatat dampak pinjaman produktif tidak berhenti pada penerima langsung, tetapi menjalar ke rantai ekonomi di sekitarnya, tenaga kerja yang terserap, pemasok lokal yang ikut tumbuh, dan perputaran uang yang semakin aktif di tingkat komunitas," tutur Yonathan.

Topik Menarik