Istana Beberkan Strategi Pulihkan Kepercayaan Publik di Tengah Gelombang Aspirasi
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi membeberkan sejumlah langkah yang ditempuh pemerintah untuk memperkuat kembali kepercayaan publik di tengah berbagai penyampaian aspirasi yang belakangan terjadi. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya deregulasi, hilirisasi, dan stabilitas iklim usaha guna menjaga optimisme masyarakat maupun pelaku ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Prasetyo saat konferensi pers bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026).
"Berkenaan dengan bagaimana kita memberikan kepercayaan kepada masyarakat, Bapak Presiden kembali menekankan beberapa hal yang menurut kami juga bagian dari upaya memberikan kepercayaan kepada pelaku ekonomi yang pada akhirnya bermuara kepada kepercayaan masyarakat," kata Prasetyo.
Prasetyo menjelaskan, salah satu hal yang kembali ditekankan Presiden adalah percepatan deregulasi guna mempermudah proses perizinan dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Peristiwa 16 Mei: Wafatnya Sultan Terakhir Utsmaniyah hingga Pasukan PETA Dieksekusi Jepang
"Bahwa kita harus terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita supaya iklim investasi dapat berkembang, supaya ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," ujarnya.
Selain deregulasi, Presiden juga menyoroti pentingnya percepatan program hilirisasi dan industrialisasi. Menurut Prasetyo, penguatan nilai tukar rupiah tidak dapat dipisahkan dari kinerja ekspor dan impor Indonesia yang berkaitan erat dengan agenda hilirisasi.
"Berkaitan dengan performa ekspor dan impor kita itu salah satunya juga berkaitan dengan masalah hilirisasi dan industrialisasi. Di satu sisi, industrialisasi dan hilirisasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor," katanya.
Pemerintah berharap produk-produk hasil hilirisasi dan industrialisasi mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prasetyo menambahkan, Presiden juga memberi perhatian besar terhadap stabilitas iklim usaha. Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku ekonomi untuk bersama-sama menjaga optimisme serta memperkuat perekonomian nasional.
"Oleh karena itulah kami selaku pemerintah mengajak seluruh masyarakat, seluruh pelaku pasar, dan seluruh pelaku ekonomi untuk bergandengan tangan, bekerja sama, dan bekerja keras memperkuat ekonomi kita," ujarnya.
Terkait upaya memulihkan kepercayaan investor, Prasetyo menegaskan pemerintah dalam beberapa pekan terakhir terus memperkuat koordinasi dan mengambil berbagai kebijakan untuk menjaga persepsi positif pasar.
Menurutnya, tingginya minat investor terhadap penerbitan global bond oleh Danantara menjadi salah satu indikator kepercayaan internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia.
"Apa yang disampaikan Pak Rosan menunjukkan adanya kepercayaan investor, baik dari Amerika, Eropa maupun Asia, terhadap global bond yang diterbitkan Danantara. Itu sesuatu yang perlu kita syukuri," pungkasnya.










