Eks Ketua BEM UGM Tiyo Mengaku Ditempeli Alat Pelacak, Ini Respons Polda DIY

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Mengaku Ditempeli Alat Pelacak, Ini Respons Polda DIY

Nasional | okezone | Rabu, 17 Juni 2026 - 11:57
share

JAKARTA - Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mempersilakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, untuk membuat laporan resmi terkait temuan perangkat yang diduga sebagai alat pelacak pada mobil yang ditumpanginya usai mengikuti aksi Gejayan.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari Tiyo maupun pihak lain yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut.

"Kami sampaikan bahwa hingga saat ini, Polda DIY belum menerima laporan resmi dari pihak yang bersangkutan," ujar Ihsan, Rabu (17/6/2026).

Meski belum menerima laporan, Ihsan menyebut jajaran kepolisian tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

"Meskipun demikian, jajaran kami di lapangan tetap melakukan pemantauan dan pengumpulan informasi awal demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," katanya.

 

Polda DIY juga membuka kesempatan bagi Tiyo maupun pihak yang merasa dirugikan, untuk segera membuat laporan agar kepolisian dapat melakukan penyelidikan sesuai prosedur.

"Kami mempersilakan saudara Tiyo atau pihak yang dirugikan untuk segera membuat laporan resmi ke Polda DIY. Laporan tersebut penting sebagai dasar hukum bagi kami untuk melakukan penyelidikan secara prosedural, objektif, dan mendalam," ujar Ihsan.

Sebelumnya, Tiyo mengaku menemukan alat pelacak yang diduga dipasang pada kendaraan yang ditumpanginya setelah mengikuti aksi Gejayan di Yogyakarta pada Sabtu (13/6/2026).

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Tiyo menyebut telepon genggamnya menerima notifikasi mengenai keberadaan sebuah alat pelacak bernama PBX Finder yang bergerak bersamanya. Setelah dilakukan pengecekan, perangkat tersebut disebut ditemukan berada di bagian bawah kendaraan yang digunakannya.

Tiyo mengaku tidak mengetahui pihak yang memasang perangkat tersebut. Namun, ia mengaitkan temuan itu dengan aktivitas kritik yang selama ini disuarakannya. Ia juga menegaskan, bahwa tekanan maupun intimidasi tidak akan menyurutkan sikap kritis yang selama ini diperjuangkannya.
 

Topik Menarik