Kisah Unik Alwi Farhan, Pebulu Tangkis Indonesia yang Bangkit Lewat Ilmu Ketapel hingga Sukses Juara Australia Open 2026

Kisah Unik Alwi Farhan, Pebulu Tangkis Indonesia yang Bangkit Lewat Ilmu Ketapel hingga Sukses Juara Australia Open 2026

Olahraga | okezone | Rabu, 17 Juni 2026 - 13:40
share

JAKARTA - Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, sukses membuktikan kapasitasnya di panggung dunia usai merebut gelar juara di ajang Australia Open 2026. Keberhasilan ini menjadi buah manis dari penerapan 'ilmu ketapel' yang ia gunakan sebagai fondasi mental untuk melesat melampaui masa-masa sulitnya.

Alwi Farhan berhasil menjadi juara Australia Open setelah jatuh-bangun sepanjang 2026. Pada awal tahun, Alwi sempat menjuarai turnamen Indonesia Masters 2026.

Setelah itu, pebulu tangkis asal Surakarta, Jawa Tengah, tersebut mengalami penurunan performa. Bahkan, Alwi sering disebut sebagai penyebab utama kegagalan tim Indonesia di Piala Thomas 2026.

Kala itu, kekalahan dari Alex Lanier (Prancis) membuat Alwi sangat terpukul. Tim Indonesia pun dipastikan tersingkir dari turnamen, dan untuk pertama kalinya gagal lolos dari fase grup Piala Thomas 2026.

Alwi Farhan. (Foto: PBSI)

1. Menjadikan Kritik sebagai Bahan Bakar

"Banyak (yang mengkritik setelah Piala Thomas). Saya memang sangat terpukul dengan kejadian itu. Saya merasakan masa yang cukup berat setelah Thomas Cup karena menerima kritik dan hujatan yang sudah di luar konteks," ungkap Alwi kepada awak media, termasuk Okezone di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur pada Rabu (17/6/2026).

"Tapi itu tidak membuat saya down. Justru itu yang membangun mental saya menjadi lebih kuat," tambahnya.

Alwi kemudian menerapkan ilmu ketapel yang menurutnya sangat membantu untuk bangkit dari keterpurukan. Hasilnya, Alwi berhasil tampil impresif dalam tiga turnamen terakhir.

Setelah gagal di Piala Thomas, Alwi berhasil merebut peringkat ketiga di Singapore Open, menapaki 16 besar Indonesia Open, dan akhirnya juara di Australia Open 2026. Dia berterima kasih atas kritik yang justru membuatnya tampil lebih kuat.

 

"Saya percaya dengan kejadian seperti itu saya menjadi pribadi yang lebih kuat lagi. Ibarat ketapel, ditarik ke belakang untuk bisa melesat lebih jauh," sambung Alwi.

2. Momentum Kebangkitan

Alwi bercerita, tiga turnamen terakhir adalah momentumnya untuk bangkit. Pebulu tangkis berusia 21 tahun itu memang sudah membidik gelar dalam tiga turnamen tersebut.

Alwi Farhan. (Foto: PBSI)

Karena itu, Australia Open adalah gelar yang sangat berharga bagi Alwi. Meski demikian, jawara Indonesia Masters 2026 itu menegaskan tidak ingin cepat puas.

"Ini perjalanan yang cukup seru karena naik turun. Banyak orang yang tidak percaya, banyak juga yang tetap mengkritik meskipun saya sudah juara. Tapi tidak masalah. Yang paling tahu diri saya adalah saya sendiri, tim pelatih, dan orang-orang terdekat saya. Karena pada akhirnya orang hanya melihat hasil. Padahal persiapan saya sebelum tiga turnamen itu sangat keras," terang Alwi.

"Apa pun saya jalani, sampai badan dan mental benar-benar diuji. Alhamdulillah semuanya terbayar," pungkasnya.

Topik Menarik