Rumor Adhyaksa FC dan Malut United Tukar Kandang, I League Beri Penjelasan Resmi

Rumor Adhyaksa FC dan Malut United Tukar Kandang, I League Beri Penjelasan Resmi

Berita Utama | okezone | Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:20
share

JAKARTA – Manajemen I League akhirnya buka suara terkait rumor yang menyebut Adhyaksa FC dan Malut United akan memindahkan homebase mereka untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2026-2027. Direktur Kompetisi I League, Asep Saputra, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat permohonan resmi apa pun terkait rencana perpindahan markas tersebut.

Sebelumnya, Adhyaksa FC yang merupakan tim promosi Super League bermarkas di Banten International Stadium (BIS) dan dikabarkan pindah ke Stadion Tuah Pahoe, Kalimantan Tengah. Sementara itu, Malut United bermarkas di Kie Raha, Ternate dan dikabarkan pindah ke Stadion Jatidiri, Semarang.

 

1. Belum Ada Surat Resmi dari Kedua Klub

"Mungkin saya jawab secara general ya. Artinya tadi pertanyaannya kan arahnya jika terjadi, andaikata terjadi. Karena secara official kita belum menerima, belum mendapatkan satu informasi yang tadi disampaikan oleh teman-teman media beredar (dua klub berpindah homebase)," kata Asep di Jakarta, dikutip Sabtu (20/6/2026).

"Artinya akan sekali lagi dalam konteks tata kelola organisasi, kami juga harus menghormati semua pihak yang terlibat, bahwa apapun informasi harus sesuai dengan resmi yang kita terima dalam korespondensi," tambahnya.

Asep menegaskan ada konsekuensi saat klub pindah homebase dan batas waktu club licensing sudah ditutup. Hal itu pun sudah diketahui klub-klub kontestan.

Ade Suhendra membawa Adhyaksa FC promosi ke Super League 2026-2027 adhyaksafcbanten

2. Konsekuensi Regulasi Club Licensing

"Sudah kami sampaikan kepada semua klub bahwa jalannya club licensing cycle di 2025-2026 itu akan menentukan entry kompetisi di 2026-2027. Kan kita ketahui di club licensing ada lima aspek. Dan kalau secara spesifik kita bicara soal aspek yang terkait adalah legal dan juga infrastruktur, tentu ada konsekuensi ketika ada perubahan setelah proses ini ditutup,” sambung Asep.

 

"Kami tidak lagi menganut satu bentuk prosedur jelang kompetisi ada pendaftaran dibuka beberapa misalnya di mana stadionnya, di mana siapa LOC-nya, siapa manajemen dan lain-lain, tapi itu sudah didaftarkan dari siklus sebelumnya. Nah, ketika ada perubahan setelah klub menerima (lisensi), tentu ada konsekuensi. Itu ya yang bisa kami sampaikan dalam konteks ini," lanjutnya.

Malut United. (Foto: Media Malut United)

Asep kembali menegaskan untuk saat ini belum menerima berkas apa pun terkait kabar perpindahan homebase kedua tim. Jadi, dia tidak bisa berbicara detail terkait kabar yang beredar saat ini.

"Sekali lagi dalam konteks keorganisasian, tentu kita harus menyampaikan bahwa kita belum menerima secara official apa pun itu. Dan kalaupun ada mekanisme lain mungkin di keanggotaan, ya itu tentu kita lihat saja step berikutnya karena kan ada prosedur yang clear ya di PSSI," tutup Asep.

Topik Menarik