Shin Tae-yong Ungkap Kiat Hadapi Tekanan Besar di Persija Jakarta

Shin Tae-yong Ungkap Kiat Hadapi Tekanan Besar di Persija Jakarta

Terkini | okezone | Minggu, 21 Juni 2026 - 03:21
share

JAKARTA – Shin Tae-yong sudah terbiasa dengan tekanan di kursi pelatih. Karena itu, ia punya kiat tersendiri menghadapi tantangan sebagai pelatih Persija Jakarta.

Sejak menerima tanggung jawab menangani Macan Kemayora, Shin sudah memahami ekspektasi besar yang datang dari klub dan suporter. Namun, ia percaya persiapan matang menjadi cara terbaik untuk menghadapi situasi tersebut.

1. Mampu Kelola Tekanan

Menurut Shin, seorang pelatih harus mampu mengelola tekanan sebelum pertandingan berlangsung. Dengan persiapan yang maksimal, beban yang dirasakan bisa lebih terkontrol.

“Posisi ini bukanlah tempat yang tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Dengan memikirkan hal itu dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, kami bisa menghindari banyak tekanan,” ujar Shin dikutip dari laman resmi I.League, Minggu (21/6/2026).

Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku memiliki metode khusus dalam mempersiapkan tim sebelum pertandingan. Ia biasanya bekerja keras dalam menyusun strategi hingga dua hari sebelum laga dimulai.

“Jadi, jika ada pertandingan, saya melakukan persiapan yang luar biasa sampai dua hari sebelum pertandingan,” terang Shin.

“Mulai satu hari sebelum pertandingan, saya mencoba melupakan beban itu dan bersiap agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman. Itulah cara saya sendiri untuk melepas stres,” tukas pria kelahiran Yeongdeok tersebut.

 

Shin juga berbicara mengenai hubungan antara pelatih dan suporter yang tidak selalu berjalan mulus. Ia memahami kritik merupakan hal yang tidak bisa dihindari ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

2. Mental Kuat Jadi Modal Penting

Bagi mantan pelatih Timnas Indonesia itu, mental yang kuat menjadi modal penting dalam menghadapi komentar dari luar. Shin memilih menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan.

“Pertama-tama kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja. Fans mungkin memuji saya, tapi kalau kami kalah, mereka bisa saja memaki. Tapi saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang,” tutur Shin.

Eks pelatih Timnas Korea Selatan itu menilai kritik dari suporter justru dapat menjadi pengingat bagi seorang pelatih untuk terus berkembang. Ia berusaha melihat masukan tersebut sebagai bagian dari proses memperbaiki diri.

“Jika saya berpikir, ‘Ah, para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya,’ maka daripada merasa stres, saya mengubah pikiran saya menjadi ajang evaluasi diri. Ternyata itu lebih baik,” tandasnya.

Topik Menarik