Rendy Kjaernett Menangis Kenang Pesan Terakhir Ibu Mertua: Mama Senang Saya Jadi Pendeta
BEKASI - Aktor Rendy Kjaernett tak mampu menyembunyikan rasa kehilangannya atas kepergian ibunda Lady Nayoan, Rima Sania Pontoh. Bagi Rendy, sosok almarhumah bukan sekadar ibu mertua, melainkan sosok pendukung utama dalam perjalanan spiritualnya.
Rendy mengungkapkan bahwa sebelum meninggal dunia, almarhumah sering memberikan dukungan penuh kepadanya yang kini tengah menempuh pendidikan teologi. Sang ibu mertua merasa bangga melihat perubahan positif dalam hidup Rendy.
"Mama itu kan tahu aku pelayanan, ambil sekolah teologi, sudah jadi hamba Tuhan. Mama senang banget, dia bilang 'Mama senang Rendy jadi pendeta, doain Mama dong'," ungkap Rendy Kjaernett di rumah duka Adian Nasonang Raya, Bekasi, Jawa Barat belum lama ini.
Setiap kali Rendy berkunjung, almarhumah tak pernah lupa meminta didoakan. Hal ini menjadi momen yang paling membekas di hati Rendy, mengingat sang mertua sangat mengandalkan kekuatannya sebagai seorang hamba Tuhan.
"Setiap kali aku datang, pasti pegang tangan, 'Doain Mama ya biar Mama nggak sakit dan sembuh'. Dia orang yang sangat berpengaruh menyemangati aku untuk terus pelayanan," tambahnya.
Bukan hanya soal spiritual, Rendy juga mengenang sosok almarhumah sebagai oma yang luar biasa bagi anak-anaknya. Anak-anak Rendy, Selena Emmanuella Lisabette dan Reignoah Kjaernett ikut menangis saat mendengar kabar duka tersebut melalui panggilan video.
"Mama dekat banget sama anak-anak. Makanya kemarin pas aku video call sama anak-anak, Emma sama Noah ikutan nangis. Jujur, aku masih nggak percaya Mama sudah nggak ada," tutur Rendy.
Rendy juga teringat momen ulang tahunnya yang terakhir. Saat itu, almarhumah memberikan kejutan manis meski dalam kondisi sakit. Baginya, ketangguhan sang mertua yang tidak pernah mengeluh adalah pelajaran hidup yang sangat berharga.










