Waspada! Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas dan Guguran Lahar
YOGYAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan awan panas guguran. Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur sejauh 2.000 meter.
"Awan panas teramati mengarah ke barat daya atau ke hulu Kali Sat/Putih," tulis BPPTKG, dikutip pada Sabtu (29/8/2026).
BPPTKG mencatat awan panas guguran itu memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dengan durasi 142,28 detik.
Sebelumnya, berdasarkan laporan pengamatan BPPTKG periode 29 Agustus 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas Merapi masih didominasi guguran lava ke arah barat daya.
Petugas mengamati enam kali guguran lava ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,9 kilometer serta tiga kali guguran lava ke hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer.
Prabowo: Pakar Ramal 25 Tahun Lagi Ekonomi Indonesia di Atas Jerman, Inggris hingga Prancis
BPPTKG mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.
BPPTKG juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan terjadi di sekitar Gunung Merapi.
Selain itu, warga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi. Saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada tingkat Siaga (Level III).










