Balas Serangan Pulau Larak, Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania dan Kapal di Selat Hormuz
TEHERAN - Iran telah meluncurkan serangan rudal dari berbagai lokasi di seluruh negeri yang menargetkan fasilitas-fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan. Ini merupakan balasan Teheran atas serangan militer AS terhadap peluncur rudal di Pulau Larak yang menewaskan dan melukai sejumlah tentara Iran.
Laporan Reuters menyebutkan bahwa Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan AS di Yordania sebagai tanggapan atas serangan AS terhadap Pulau Larak, Iran. Sementara Press TV Iran juga melaporkan pada Senin (31/8/2026) dini hari bahwa tembakan rudal diarahkan ke kapal-kapal AS di Selat Hormuz, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Secara terpisah, televisi pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di kota Sirik di wilayah selatan, seraya menyebutkan bahwa ledakan tersebut mungkin terkait dengan serangan Iran di Selat Hormuz.
Anggota parlemen senior Iran, Ebrahim Azizi, memperingatkan bahwa pembalasan akan segera terjadi.
Lelang Sitaan Koruptor, 16 Unit Apartemen dan 24 Tanah Milik Benny Tjokro Laku Rp129 Miliar
"Ujilah tekad kami sekali lagi, dan tanggunglah akibat yang lebih berat," tulis Azizi di platform media sosial AS, X, sebagaimana dilansir TRT.
Ia menambahkan: "Pembalasan akan datang; larilah saja!"
Azizi juga mengatakan bahwa menguji kembali tekad Iran hanya akan meningkatkan harga yang harus dibayar atas apa yang ia gambarkan sebagai "kekalahan yang memalukan."
"Tidak ada kejahatan, pada tingkat mana pun, yang akan dibiarkan tanpa balasan," ujarnya, seraya memperingatkan akan adanya respons yang "menghancurkan, lebih menyakitkan, dan memberikan pelajaran" yang akan melengkapi apa yang ia sebut sebagai serangkaian kekalahan.
Serangan AS di Pulau Larak
Seperti dilaporkan sebelumnya, pada Minggu (30/8/2026), pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak; ini merupakan serangan pertama di wilayah Iran sejak akhir Juli, menurut keterangan seorang pejabat AS kepada Axios.
Operasi tersebut menyasar sistem yang diduga sedang disiapkan untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz.
IRGC Iran menyatakan bahwa sejumlah kombatan dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan itu, seraya bersumpah akan memberikan balasan.
Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa informasi awal mengindikasikan serangan tersebut dilakukan menggunakan pesawat nirawak (drone).
Ketegangan antara Teheran dan Washington terus memuncak sejak konflik bermula dengan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Meskipun kesepakatan kerangka kerja telah ditandatangani pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, pada bulan Juli AS memulai kampanye pengeboman selama dua minggu dan kembali memberlakukan blokade laut akibat perbedaan pendapat mengenai navigasi di selat tersebut.










