Ditanya Evaluasi SEA Games 2025, Erick Thohir Beri Jawaban Tak Terduga
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir belum memberikan penjelasan rinci terkait evaluasi penampilan kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Ia menegaskan bahwa proses evaluasi masih berjalan dan belum saatnya disampaikan secara terbuka ke publik.
Seperti diketahui, Indonesia sejatinya berhasil melampaui target perolehan medali emas. Dari target 80 emas, kontingen Merah Putih justru mengoleksi 91 emas.
Meski demikian, Kementerian Pemuda dan Olahraga tetap melakukan evaluasi menyeluruh karena sejumlah cabang olahraga dinilai belum mencapai sasaran yang ditetapkan.
Erick Thohir Masih Fokus Administrasi dan Anggaran
Saat ditemui di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (2/1), Erick Thohir tampak enggan berkomentar lebih jauh mengenai evaluasi SEA Games 2025. Ia menyebut masih berkutat dengan urusan internal kementerian, khususnya administrasi dan peninjauan anggaran.
"Enggak-enggak, baru ngantor sehari. Baru review anggaran. Selamat tahun baru," ujar Erick singkat kepada awak media, Jumat (2/1).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembahasan evaluasi belum menjadi agenda utama di hari pertamanya kembali aktif bekerja.
SEA Games 2025 Jadi Catatan Terbaik dalam 30 Tahun
Sebelumnya, Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menilai pencapaian Indonesia di SEA Games 2025 sangat membanggakan. Raihan 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu disebut sebagai prestasi terbaik kontingen Indonesia dalam tiga dekade terakhir saat tidak berstatus sebagai tuan rumah.
“Kami bergerak cepat, kita tidak mau terlena dengan hasil positif ini. Saya bersama tim evaluasi duduk bersama untuk membahas garis besar bagaimana performa kontingen kita,” katanya.
Ia menegaskan bahwa hasil positif tidak boleh membuat semua pihak lengah, karena tantangan yang lebih besar sudah menanti di level Asia.
Evaluasi Jadi Dasar Menuju Asian Games 2026
Lebih lanjut, Erick mengungkapkan bahwa hasil evaluasi SEA Games akan menjadi fondasi penting dalam menyusun strategi menghadapi Asian Games 2026. Ia menargetkan pemetaan potensi medali emas sudah bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Di pertengahan Januari, saya ingin kita sudah bisa memetakan potensi emas kita di Asian Games,” tambahnya.
Menurut Erick, evaluasi detail terhadap kontribusi setiap cabang olahraga akan menentukan kuota atlet yang diberangkatkan ke ajang multievent terbesar di Asia tersebut.
“Waktu yang kita miliki tidak lama lagi, kurang dari sembilan bulan. Kita butuh segera merumuskan strategi dan perencanaan yang matang,” katanya.










