Resep Comeback Brutal Fajar/Fikri yang Hancurkan Jagoan India di Malaysia Open 2026
KUALA LUMPUR, iNews.id – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menyingkirkan pasangan andalan India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty pada perempat final Malaysia Open 2026. Kemenangan ini diraih lewat duel dua gim penuh tekanan di Axiata Arena.
Fajar/Fikri mengamankan tiket semifinal setelah menang dengan skor 21-10 dan 23-21, Jumat (9/1). Hasil ini menegaskan ketangguhan ganda putra peringkat enam dunia saat menghadapi tekanan di momen krusial.
Gim pertama berjalan relatif mulus bagi Fajar/Fikri. Mereka langsung memegang kendali permainan lewat tempo cepat dan penempatan bola agresif, membuat pasangan India kesulitan mengembangkan pola serangan.
Situasi berubah drastis di gim kedua. Rankireddy/Shetty bangkit dan memaksa Fajar/Fikri berada dalam posisi tertinggal cukup jauh. Tekanan meningkat saat poin-poin kritis mulai mendekat.
“Alhamdulillah bersyukur, yang pertama kami diberikan kelancaran di pertandingan tadi dan diberikan hasil yang baik, bisa memenangkan pertandingan,” kata Fikri dalam keterangan PBSI, Sabtu (10/1).
Fikri menjelaskan perubahan pola permainan lawan di gim kedua sempat membuat dia dan Fajar kehilangan ritme. Namun komunikasi di lapangan menjadi faktor pembeda yang menjaga fokus tetap utuh.
“Di gim kedua mereka bangkit, mengubah pola dan dari awal kami tertinggal. Di saat genting ini, a Fajar selalu memberikan semangat, tidak apa belum selesai, masih bisa. Dan akhirnya kami bisa kembali unggul di akhir-akhir dan bisa menyelesaikannya,” tutur Fikri.
Fajar menegaskan komunikasi dan kekuatan mental menjadi kunci utama kebangkitan mereka. Dia terus mengingatkan rekan setimnya agar tidak menunjukkan gestur menyerah meski tertinggal angka.
“Tadi saya ingat di poin 18-14 ketinggalan, saya selalu berkomunikasi dengan Fikri, selalu memberikan semangat ini belum selesai. Karena pelatih juga terus menyemangati game belum selesai, jangan terlihat gestur tubuh yang menyerah. Kami terus selalu mencoba, pengen yang terbaik, pengen menyusul, dan akhirnya berhasil,” ucap Fajar.
Fajar turut memberi apresiasi pada performa Fikri di saat genting. Servis akurat pada poin-poin akhir disebut menjadi salah satu momen penentu kemenangan.
“Terima kasih untuk Fikri di momen krusialnya, di poin 18-19 servisnya bisa melintir dan menyusahkan buat lawan,” ujar Fajar.
Selain faktor mental, Fajar mengungkap pengelolaan stamina dan analisis pertandingan sebelumnya berperan besar. Dia secara khusus menjaga rutinitas fisik dan mempelajari ulang pola permainan saat menghadapi pasangan India tersebut.
“Kalau saya pribadi lebih fokus jaga stamina, bagaimana saya caranya bermain enak. Rutinitas itu dilakukan terus. Juga saya menonton video pertandingan kami, bagaimana kami pas menang lawan mereka,” pungkas Fajar.









