Jonatan Christie Ungkap Perjuangan Berdarah demi Tembus Perempat Final India Open 2026
NEW DELHI, iNews.id – Jonatan Christie membuka langkah meyakinkan di India Open 2026 setelah menyingkirkan Yushi Tanaka pada babak 16 besar. Tunggal putra Indonesia itu menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-19 dalam laga yang berlangsung ketat.
Pertandingan Jonatan Christie vs Yushi Tanaka digelar di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Kamis (15/1/2026). Hasil ini mengantar Jonatan Christie melaju ke babak perempatfinal turnamen BWF World Tour tersebut.
Usai pertandingan, Jojo – sapaan Jonatan Christie – mengakui laga tersebut berjalan sulit sejak awal. Dia menilai Yushi Tanaka memiliki kualitas permainan di atas rata-rata pemain Jepang lainnya.
“Pasti tidak gampang hari ini karena terakhir kalah dan kemarin setelah lihat-lihat lagi permainannya, saya dan tim merasa sepertinya Tanaka pergerakannya dan cara dia mainnya itu sebenarnya lebih baik dibanding pemain Jepang lainnya gitu,” katanya.
Jojo menyoroti keunggulan Tanaka dari berbagai aspek permainan. Dia menyebut lawannya memiliki movement, teknik, serta akurasi pukulan yang konsisten sepanjang laga.
Robi Syianturi Wujudkan Mimpi di SEA Games 2025: Medali Emas Marathon untuk Indonesia dan Keluarga
“Dari segi movement, dari segi tekniknya dan juga pukulannya, bagaimana dia defendnya, serangnya itu benar-benar on target. Itu yang saya waspadai sekali dan juga dari kesabarannya,” ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut, Jonatan Christie sempat unggul lalu terkejar di beberapa momen krusial. Namun, dia mampu menjaga ketenangan hingga poin-poin akhir.
“Beberapa kali juga tadi sempat udah unggul terus kejar-kejaran tapi akhirnya bisa lebih tenang, bisa lebih fokus,” tuturnya.
Kondisi fisik Jojo juga sempat terganggu. Dia mengungkapkan jarinya mengalami luka hingga berdarah selama pertandingan berlangsung.
“Tadi ada beberapa kali break karena jari saya luka bahkan masih berdarah sampai akhir pertandingan tapi Puji Tuhan tidak terlalu mengganggu,” ucapnya.
Faktor cuaca dingin di New Delhi turut menjadi tantangan tersendiri. Jonatan Christie menekankan pentingnya pemanasan ekstra sebelum masuk lapangan.
“Karena di sini dingin sekali jadi memang harus pemanasan lebih awal, pemanasan lebih banyak. Dua hari ini saya melakukan hal tersebut agar pas masuk lapangannya sudah benar-benar siap badannya,” ujarnya.
Pada babak berikutnya, Jonatan Christie akan menghadapi Christo Popov dari Prancis. Dia menyambut laga tersebut dengan antusias sekaligus kewaspadaan tinggi.
“Besok bertemu Christo Popov (Prancis), akan seru karena saya juga menantikan lah buat pertandingan besok. Dia juga pemain yang bagus, pemain kidal lagi,” dia menjelaskan.
Jojo menilai pemain kidal memiliki karakter permainan yang berbeda. Dia pun menyiapkan diri untuk duel panjang yang menguras stamina.
“Pemain kiri itu biasanya punya kelebihannya sendiri. Harus lebih siap dan harus siap capek karena dia juga tidak gampang mati, tidak gampang dimatikan juga,” tutupnya.










