Kisah Pebulu Tangkis Adriyanti Firdasari, Temukan Kedamaian Usai Pilih Mualaf dan Gantung Raket

Kisah Pebulu Tangkis Adriyanti Firdasari, Temukan Kedamaian Usai Pilih Mualaf dan Gantung Raket

Olahraga | okezone | Minggu, 8 Maret 2026 - 08:59
share

HIDAYAH sering kali datang mengetuk pintu hati di saat seseorang memasuki babak baru dalam hidupnya. Bagi Adriyanti Firdasari, mantan ratu bulu tangkis tunggal putri Indonesia, kedamaian sejati justru ia temukan bukan di atas podium juara, melainkan setelah ia memutuskan untuk menyudahi karier profesionalnya pada penghujung tahun 2015.

Sosok yang dikenal pantang menyerah di lapangan hijau ini memilih memeluk agama Islam (mualaf) tak lama setelah menggantung raket. Keputusan besar ini menjadi titik balik bagi Firdasari untuk memulai transformasi diri yang lebih mendalam secara religius.

1. Memulai Hijrah

Tahun 2016 menjadi tonggak sejarah yang sangat personal bagi peraih medali emas SEA Games 2005 dan 2007 ini. Firdasari tidak hanya berpindah keyakinan, tetapi juga langsung menunjukkan komitmen kuatnya dengan memutuskan untuk berhijab.

Awalnya, ia tak menampik adanya kekhawatiran manusiawi bahwa mengenakan penutup kepala akan terasa panas atau membatasi aktivitasnya yang aktif.

Adriyanti Firdasari @Firdasari

Namun, prasangka itu seketika sirna begitu ia menjalaninya. Firdasari justru merasa jauh lebih nyaman dan anggun dalam balutan hijabnya. Meski sempat ada segelintir komentar miring dari publik, dukungan dari keluarga yang berpikiran terbuka serta teman-teman dekat menjadi pilar kekuatan baginya untuk tetap fokus pada proses hijrah tersebut.

"Dulu memang mikirnya bakal panas, ternyata tidak. Pakai hijab sama sekali tidak menghalangi kegiatan apa pun," ungkap perempuan kelahiran 16 Desember 1986 tersebut dengan penuh keyakinan.

 

2. Dedikasi Ilmu untuk Generasi Penerus

Setelah sempat menepi sejenak ke Kanada untuk fokus pada pengembangan diri, kerinduan Firdasari pada dunia tepok bulu membawanya kembali ke Tanah Air. Pengabdiannya tidak berhenti meski statusnya bukan lagi sebagai atlet.

Adriyanti Firdasari

Sejak awal 2016, Firdasari mendedikasikan waktunya untuk melatih sektor tunggal putri U-15 di klub yang telah membesarkan namanya, PB Jaya Raya.

Bagi Firdasari, melatih adalah bentuk syukur dan panggilan jiwa untuk mencetak bibit-bibit unggul yang kelak bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Transformasi hidupnya membuktikan bahwa pensiun bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari perjalanan spiritual dan pengabdian yang jauh lebih bermakna bagi sesama.

Topik Menarik