Kisah Saina Nehwal, Legenda Bulu Tangkis India yang Kritik Keras Rencana Perubahan Skor 15 Poin

Kisah Saina Nehwal, Legenda Bulu Tangkis India yang Kritik Keras Rencana Perubahan Skor 15 Poin

Olahraga | okezone | Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:47
share

LEGENDA bulu tangkis India, Saina Nehwal, menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap wacana Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang berencana mengubah format skor pertandingan. Peraih medali Olimpiade tersebut menilai sistem 21 poin yang berlaku saat ini adalah identitas asli bulu tangkis yang menguji ketahanan fisik dan mental para atlet di level tertinggi.

BWF diketahui tengah mengusulkan transisi dari format best-of-three 21 poin menjadi format 3x15 poin. Usulan ini rencananya akan dibawa ke pemungutan suara dalam rapat umum tahunan BWF di Horsens, Denmark, pada 25 April 2026 mendatang.

Namun bagi Saina, langkah ini perlu dipikirkan ulang secara matang agar tidak merusak esensi olahraga tepok bulu tersebut.

1. Menjaga Intensitas

Saina menekankan turnamen prestisius seperti All England dan Kejuaraan Dunia memiliki nilai sejarah yang spesial justru karena tuntutan daya tahan yang tinggi. Menurutnya, format 21 poin telah membentuk standar kompetisi yang seimbang dan kualitas reli yang menarik bagi penonton selama bertahun-tahun.

"Bulu tangkis memiliki tradisi yang kaya, dan turnamen seperti All England Open serta Kejuaraan Dunia BWF selalu istimewa karena faktor intensitas dan daya tahannya," ujar Saina, dikutip dari India Today, Sabtu (14/3/2026).

"Setiap perubahan dalam penilaian atau format harus dipertimbangkan dengan cermat. Sistem 21 poin saat ini telah bekerja dengan baik dan para pemain telah beradaptasi dengannya selama bertahun-tahun,” tambahnya.

Saina Nehwal BWF

2. Sorotan Terhadap Kesejahteraan Pemain

Selain masalah skor, Saina juga mengkritik struktur baru BWF World Tour, khususnya untuk level Super 1000 yang akan melibatkan 48 pemain dalam babak grup dan durasi turnamen yang diperpanjang hingga 11 hari. Ia mengingatkan BWF untuk lebih memprioritaskan pemulihan pemain di tengah kalender internasional yang sangat padat.

 

"Bulu tangkis adalah olahraga yang sangat berat, baik secara fisik maupun mental. Reli semakin lama, kecepatan permainan semakin tinggi, dan pemain berkompetisi hampir setiap minggu," tegas Saina.

Saina memperingatkan bahwa kurangnya waktu pemulihan dapat memicu cedera serius dan kelelahan kronis. Saina berharap BWF bisa memberikan ruang lebih bagi atlet untuk rehabilitasi dan dukungan sains olahraga guna memperpanjang masa karier mereka di lapangan.

Saina Nehwal

“Federasi Bulu Tangkis Dunia telah mencoba menyusun kalender, namun dari sudut pandang pemain, waktu pemulihan sangatlah penting. Cedera dan kelelahan dapat memengaruhi performa dan juga memperpendek karier,” sambung Saina.

“Saya rasa jadwal tersebut harus memungkinkan periode pemulihan yang lebih baik di antara turnamen-turnamen besar, dan tim harus mendapat lebih banyak dukungan untuk ilmu olahraga dan rehabilitasi,” tutupnya.

Topik Menarik