Gara-Gara Marc Marquez, Francesco Bagnaia Diminta Tinggalkan Ducati Lenovo di Akhir MotoGP 2026!
PENGAMAT MotoGP, Carlo Pernat, menyebut sosok Marc Marquez telah menghancurkan Francesco Bagnaia secara psikologis. Karena itu, ia tak heran Francesco Bagnaia akan memilih hengkang dari Ducati Lenovo di akhir MotoGP 2026.
Marc Marquez promosi ke Ducati Lenovo pada MotoGP 2025. Pembalap berjuluk Baby Alien itu tampil moncer dengan merebut gelar juara MotoGP di musim perdana bersama tim pabrikan asal Italia tersebut.
Di saat bersamaan, performa Francesco Bagnaia menurun drastis dengan kehadiran Marc Marquez. Juara dunia sebanyak dua kali itu kesulitan beradaptasi dengan motor GP25 dan harus puas mengakhiri musim di posisi kelima klasemen akhir.
1. Francesco Bagnaia Wajib Tinggalkan Ducati Lenovo
Menurut Carlo Pernat, Francesco Bagnaia benar-benar hancur dengan kehadiran Marc Marquez di Ducati. Ia pun mendukung murid Valentino Rossi tersebut untuk meninggalkan timnya. Menurut Carlo Pernat, kondisi mentalnya akan kian parah jika memilih tetap bertahan.
“Marquez telah menghancurkan Bagnaia secara psikologis. Tidak ada yang bisa dilakukan, dia benar-benar terpukul,” kata Carlo Pernat, Okezone mengutip dari Motosan, Rabu (18/3/2026).
“Jadi wajar jika dia memilih pergi. Kalau tidak, dia bisa hancur lagi. Saya harap dengan kepastian masa depannya, dia bisa tampil lebih baik tanpa tekanan mental,” sambung Carlo Pernat.
2. Menderita Jadi Rekan Marc Marquez
Carlo Pernat mengakui siapa pun pembalap yang menjadi rekan setim Marc Marquez pasti akan menderita. Ia berbicara seperti itu mengacu pada fakta yang ada.
“Namun, siapa pun yang menjadi rekan setim Márquez pasti akan menderita. Ia sudah menghancurkan semua rekan setimnya,” terangnya.
Di sisi lain, Pernat turut berbicara mengenai rumor Pedro Acosta ke Ducati Lenovo. Menurutnya, tim pabrikan asal Italia itu akan membuat keputusan yang tepat jika merekrut Pedro Acosta sebagai pengganti Francesco Bagnaia.
“Di sisi lain, keputusan Acosta ke Ducati sangat tepat, dia adalah masa depan Ducati, dan ini juga menandakan masa depan MotoGP kini dikuasai pembalap Spanyol, bukan Italia,” pungkas Carlo Pernat.










