Timnas Indonesia Ditekuk Bulgaria, John Herdman Bakal Lakukan Evaluasi?

Timnas Indonesia Ditekuk Bulgaria, John Herdman Bakal Lakukan Evaluasi?

Olahraga | sindonews | Selasa, 31 Maret 2026 - 09:27
share

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku masih diliputi kekecewaan usai hasil final FIFA Series 2026. Herdman menegaskan belum ingin melakukan evaluasi mendalam setelah kekalahan dari Bulgaria.

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1 di final FIFA Series 2026. Pertandingan itu digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin (30/3/2026).

Gol semata wayang untuk Timnas Bulgaria dicetak oleh Marin Petkov (37' (P)) lewat titik putih. Hasil ini berbeda dengan performa sebelumnya saat skuad Garuda menang atas Saint Kitts and Nevis (4-0) di semifinal.

Herdman menilai anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik sepanjang pertandingan. Dia menyebut peluang untuk meraih kemenangan sempat terbuka meski tidak mampu dimaksimalkan.

"Kesempatan itu ada di depan mata dan, ya, kita tidak memanfaatkannya. Dan saya pikir, kelompok pemain ini akan belajar dari itu, akan berkembang dari situ," kata Herdman dalam konferensi pers pascalaga, Senin (30/3/2026).Pelatih asal Inggris itu menambahkan, Timnas Indonesia mampu memberikan perlawanan dan tampil lebih baik dalam beberapa fase permainan. Namun, Bulgaria dinilai lebih efektif dalam mengontrol tempo pertandingan.

"Kesempatan itu ada, tetapi kami tidak mengambilnya. Ini akan menjadi pelajaran bagi para pemain. Kami kecewa, ini benar-benar terasa menyakitkan," jelasnya.

Terkait evaluasi, Herdman menegaskan belum ingin membahas terlalu jauh dalam waktu dekat. Mantan pelatih Timnas Kanada itu mengaku masih terbawa emosi setelah pertandingan berakhir.

"Saat ini saya masih emosional. Kami sangat ingin menang dan mencetak sejarah. Saya selalu mengatakan, jangan bicara terlalu banyak saat emosional. Saya akan mundur sejenak dan meninjau pertandingan dengan pikiran jernih," ungkap Herdman.

Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah melihat sisi positif dari tim. Pelatih berusia 50 tahun itu ingin mengidentifikasi kekuatan yang bisa dikembangkan sebelum menilai kekurangan.

"Saya akan melihat apa yang bisa kami banggakan dan dibangun. Kami mampu beradaptasi dengan dua sistem berbeda dalam waktu singkat, itu bisa menjadi kekuatan kami," jelas Herdman.

Topik Menarik