Turki Catat 62 Tendangan Tanpa Gol dalam 180 Menit di Piala Dunia 2026
Timnas Turki harus menerima kenyataan pahit di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Vincenzo Montella dipastikan tersingkir dari turnamen meski tampil dominan sepanjang dua pertandingan pertama fase grup.
Yang lebih ironis, Turki belum mampu mencetak satu gol pun meski telah melepaskan 62 tembakan. Menurut data Opta, angka tersebut menjadi jumlah tembakan terbanyak tanpa menghasilkan gol dalam rentang dua pertandingan Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.
Dominasi Turki juga terlihat dari penguasaan bola. Saat menghadapi Australia, mereka menguasai bola hingga 71,6 persen. Angka itu bahkan meningkat menjadi 78,5 persen ketika berhadapan dengan Paraguay.
Baca Juga:Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Pada laga melawan Paraguay, Turki memang diuntungkan karena bermain melawan 10 pemain setelah Miguel Almiron menerima kartu merah. Namun, bahkan sebelum insiden tersebut, Turki sudah tampil lebih dominan dalam mengontrol jalannya pertandingan.Keunggulan mereka juga tercermin dari statistik expected goals (xG). Saat melawan Australia, Turki membukukan xG sebesar 1,33, lebih tinggi dibandingkan Australia yang hanya mencatat 0,77 tetapi mampu mencetak dua gol.
Sementara ketika menghadapi Paraguay, xG Turki mencapai 2,1, jauh melampaui Paraguay yang hanya menghasilkan 0,32. Tak hanya itu, Turki juga tercatat memiliki lebih dari 100 sentuhan di kotak penalti lawan dalam dua pertandingan tersebut, sebuah indikator betapa agresifnya mereka dalam membangun serangan.
Baca Juga:Aturan Baru FIFA Makan Korban Pertama: Almiron Dikartu Merah Gara-Gara Tutup Mulut
Selama 180 menit, Turki tampil menyerang, menghibur, dan mendominasi permainan. Namun, ada satu hal yang gagal mereka lakukan yakni mencetak gol.
Sebagian pengamat mungkin menyoroti efektivitas serangan mereka, mengingat dari 62 percobaan hanya 13 yang mengarah tepat ke gawang. Meski demikian, tetap sulit dipercaya melihat tim yang begitu mendominasi permainan justru gagal mencetak satu gol pun dan harus angkat koper dari Piala Dunia 2026, apa pun hasil pertandingan terakhir mereka melawan Amerika Serikat pekan depan.









