Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

Olahraga | sindonews | Minggu, 21 Juni 2026 - 09:11
share

Ekuador gagal mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Curaçao pada laga Grup E di Kansas City Stadium, Minggu (21/6/2026) WIB.

Hasil ini menjadi pencapaian bersejarah bagi Curaçao yang sukses menahan salah satu wakil Amerika Selatan tersebut. Sepanjang pertandingan, Ekuador tampil dominan dan terus menggempur pertahanan lawan, namun penampilan gemilang kiper Curaçao, Eloy Room, membuat gawang mereka tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.

Sejak awal laga, Ekuador langsung menekan. Enner Valencia memperoleh peluang emas pada menit kedua, tetapi mampu digagalkan Room. Kiper berusia 37 tahun itu kemudian menjadi mimpi buruk bagi lini depan Ekuador dengan melakukan penyelamatan demi penyelamatan sepanjang pertandingan.

Pada babak pertama, Ekuador menciptakan sejumlah peluang melalui Valencia, John Yeboah, Gonzalo Plata, dan Moises Caicedo. Namun, rapatnya pertahanan Curaçao membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tekanan Ekuador semakin intens. Peluang demi peluang terus berdatangan, termasuk sundulan Piero Hincapie yang melambung tipis di atas mistar pada menit ke-74 serta peluang emas Valencia pada menit ke-84 yang justru melebar meski sudah berhadapan dengan ruang tembak terbuka.Di sisi lain, Curaçao beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat yang dipimpin Tahith Chong dan Juninho Bacuna. Bahkan pada menit ke-60, tim Karibia itu nyaris mencuri gol ketika Leandro Bacuna, Comenencia, dan Jurgen Locadia memaksa Hernan Galindez melakukan tiga penyelamatan beruntun dalam satu rangkaian serangan.

Menjelang akhir pertandingan, Ekuador terus menggempur. Plata sempat memaksa pertahanan Curaçao bekerja keras, sementara Angelo Preciado hampir memecah kebuntuan lewat umpan silang yang membentur mistar gawang pada menit ke-90. Namun seluruh usaha tersebut tetap gagal menghasilkan gol.

Sorotan utama pertandingan jatuh kepada Eloy Room. Penjaga gawang Curaçao itu mencatat sekitar 15 penyelamatan sepanjang laga dan menjadi faktor utama keberhasilan timnya mengamankan satu poin bersejarah.

Hasil imbang 0-0 ini membuat Ekuador harus menunda kepastian lolos ke fase gugur, sementara Curaçao menjaga asa untuk menciptakan kejutan pada laga terakhir grup. Bagi tim asuhan Dick Advocaat, satu poin melawan Ekuador menjadi salah satu hasil terbesar dalam sejarah sepak bola negara Karibia tersebut di ajang Piala Dunia.

Topik Menarik