Tim Kedua Kami adalah Iran, Kisah Solidaritas yang Mengharukan di Piala Dunia 2026
Mengenakan jersey tim nasional Meksiko, Alan Romero sudah terbangun sejak pukul 04.00 pagi waktu setempat pada Minggu (21/6/2026). Pria berusia 35 tahun itu menempuh perjalanan dari Tijuana menuju Los Angeles bukan untuk mendukung negaranya sendiri, melainkan untuk memberi semangat kepada Iran yang menghadapi Belgia di Piala Dunia 2026.
Romero hanyalah satu dari ratusan suporter Meksiko yang memadati Stadion SoFi untuk menyaksikan laga yang sekilas tak memiliki hubungan apa pun dengan mereka. Namun, sepanjang pertandingan, mayoritas penonton justru berdiri di belakang Tim Melli, julukan tim nasional Iran.
Ketika Iran sempat menjebol gawang Belgia sebelum gol tersebut dianulir karena offside, seisi stadion langsung bergemuruh. Sorak sorai berubah menjadi siulan protes, tanda kekecewaan para pendukung yang berharap Iran bisa mencetak gol. "Tim kedua kami di Piala Dunia ini adalah Iran," kata Romero, dikutip dari France24, Senin (22/6/2026).
Baca Juga:Uruguay vs Cape Verde 2-2: Tiket Fase Gugur Ditentukan di Laga Pemungkas
Bagi Romero, dukungan itu bukan tanpa alasan. Ia mengaku bangga karena Tijuana menjadi tempat singgah sementara bagi skuad Iran di tengah berbagai persoalan yang mereka hadapi di luar lapangan. Sebelumnya, Iran terpaksa memindahkan markasnya dari Tucson, Arizona, ke Tijuana setelah belasan anggota staf mereka ditolak visa Amerika Serikat. Di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, skuad Persia juga menyuarakan keluhan mengenai perlakuan yang mereka anggap tidak adil, mulai dari persoalan visa, waktu perjalanan, hingga ketidaksetaraan dengan peserta lainnya.
Situasi tersebut justru melahirkan solidaritas yang tak terduga antara masyarakat Meksiko dan Iran. Benih persahabatan itu mulai terlihat sejak pertandingan pertama Iran melawan Selandia Baru, yang juga berlangsung di Los Angeles.
Baca Juga:Kartu Merah Piala Dunia 2026 Lampaui Edisi 2018 dan 2022
Di kota yang memiliki akar budaya Meksiko yang begitu kuat, dukungan kepada Iran terasa sangat nyata. Bahkan, penyerang Iran, Mehdi Taremi, secara khusus mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Meksiko.
"Kami menantikan dua pertandingan berikutnya. Kami berharap mereka terus mendukung kami seperti ini," ujar Taremi.
Rasa haru juga diungkapkan YouTuber Iran-Amerika, Art Eftekhari, yang memiliki kanal khusus tentang tim nasional Iran. "Dukungan dari para penggemar Meksiko sungguh luar biasa," katanya.
Menurut Eftekhari, kehangatan yang diberikan para pendukung Meksiko seolah menghapus sejenak seluruh kontroversi yang menyelimuti Tim Melli sepanjang turnamen. Di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia dan ketegangan politik yang mengiringinya, dukungan tanpa syarat dari para suporter Meksiko menjadi bukti bahwa sepak bola masih memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.









