Inter Milan Bidik Palang Pintu AS Roma untuk Gantikan Stefan De Vrij
MILAN, iNews.id – Inter Milan membidik palang pintu AS Roma Evan Ndicka untuk menggantikan Stefan De Vrij yang semakin dekat meninggalkan Stadio Giuseppe Meazza.
Nerazzurri mulai bergerak mencari opsi baru di lini belakang. Situasi itu muncul karena kontrak De Vrij akan habis pada 30 Juni mendatang.
Bek asal Belanda tersebut semakin berpeluang pergi dari Inter. Dia disebut mendapat tawaran dari klub Yunani, Panathinaikos.
Kondisi ini membuat Inter perlu menyiapkan pengganti yang siap pakai. Nama Ndicka kemudian masuk dalam radar klub karena performanya bersama Roma cukup konsisten.
La Gazzetta dello Sport melaporkan Inter tertarik menambahkan Ndicka ke skuad Cristian Chivu untuk musim 2026-2027. Minat itu menguat seiring ketidakpastian masa depan De Vrij.
Ndicka menjadi pilihan menarik karena sudah mengenal kerasnya persaingan Serie A. Bek asal Pantai Gading itu juga masih berada dalam usia produktif untuk proyek jangka menengah Inter.
Inter Milan Susun Kekuatan Baru
Inter Milan diprediksi menjalani bursa transfer yang sibuk. Klub ingin memperkuat skuad setelah meraih sukses domestik pada musim 2026-2027.
Selain Ndicka, Inter juga dikaitkan dengan sejumlah pemain lain. Marco Palestra masih menjadi target utama untuk posisi bek sayap kanan.
Palestra disebut memiliki nilai transfer 50 juta euro atau sekitar Rp1,02 triliun. Kesepakatan untuk pemain tersebut dikabarkan bisa rampung dalam beberapa hari ke depan.
Inter juga memantau Oumar Solet dari Udinese. Namun, kedua klub disebut masih memiliki selisih valuasi sekitar 5 juta euro atau sekitar Rp102 miliar.
Nama Curtis Jones dari Liverpool juga masuk daftar buruan. Transfer gelandang asal Inggris itu berpotensi diproses setelah Inter mengatur penjualan Davide Frattesi.
Meski banyak sektor menjadi perhatian, lini belakang tetap punya urgensi besar. Kepergian De Vrij akan meninggalkan lubang penting di pertahanan Nerazzurri.
AS Roma Terdesak Kebutuhan Dana
AS Roma sebenarnya tidak ingin melepas Evan Ndicka. Giallorossi masih membutuhkan tenaganya, terutama karena klub akan kembali tampil di Liga Champions musim depan.
Namun, Roma berada dalam tekanan finansial. Mereka perlu menjual pemain sebelum akhir bulan untuk memenuhi kesepakatan financial fair play dengan UEFA.
Roma diyakini harus mengumpulkan dana sekitar 60 juta euro atau sekitar Rp1,22 triliun dari penjualan pemain sebelum tenggat akhir bulan.
Penjualan Ndicka bisa memberi pemasukan besar. Bek tersebut disebut dapat menghasilkan sekitar 40 juta euro atau sekitar Rp816 miliar.
Situasi itu membuat Roma berada di posisi sulit. Mereka ingin mempertahankan pemain penting, tetapi kebutuhan dana bisa memaksa klub mengambil keputusan pahit.
Bagi Inter, kondisi ini menjadi celah untuk bergerak. Nerazzurri bisa memanfaatkan tekanan finansial Roma demi mendapatkan bek yang sudah teruji di Liga Italia.
Namun, transfer Ndicka belum memasuki tahap akhir. Perkembangan selanjutnya bergantung pada keputusan De Vrij, sikap Roma, dan keseriusan Inter dalam mengajukan tawaran.
Jika Roma benar-benar membuka pintu penjualan, Inter berpeluang menjadi salah satu klub paling serius dalam perburuan Ndicka. Saga transfer ini bisa menjadi salah satu cerita panas di Serie A.









