Pancasakti Run 2026: Lari Sambil Selamatkan Bumi
Pancasakti Run 2026 kembali mengusung konsep olahraga yang berpadu dengan aksi pelestarian lingkungan. Setelah sukses pada penyelenggaraan perdana tahun lalu, ajang lari ini melanjutkan komitmennya dengan menanam satu pohon untuk setiap bib peserta yang digunakan.
Ketua Pancasakti Run 2026, Hendy Sugiono, mengatakan prosesi penanaman pohon akan dilaksanakan sehari setelah perlombaan yang digelar di QBig BSD City, Tangerang, pada Minggu, 19 Juli 2026. "Kami akan terus menepati janji seperti pada Pancasakti Run 2025, yakni menanam satu pohon untuk setiap bib. Tahun ini kami akan menanam sekitar 3.000 pohon. Artinya, setiap pelari yang mengikuti Pancasakti Run turut berkontribusi dalam upaya menyelamatkan bumi," ujar Hendy, Sabtu (27/6/2026).
Penanaman sekitar 3.000 pohon tersebut akan dilakukan di Pusat Budaya Alam Nusantara, Tangerang, Banten. Panitia juga akan mengundang perwakilan pelari, komunitas lari, serta influencer untuk menyaksikan langsung proses penghijauan tersebut.
Meski mengusung tema "The Journey to Going Public Begins", Hendy menegaskan bahwa Pancasakti Run tetap menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai salah satu nilai utama penyelenggaraan acara. "Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan program penghijauan, termasuk penanaman pohon, tetap menjadi bagian penting dari Pancasakti Run," katanya.
Menurut Hendy, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian bumi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya budaya dan lingkungan. Dari sisi kompetisi, Pancasakti Run 2026 menghadirkan inovasi dengan membuka kategori baru Half Marathon (21K), melengkapi nomor yang sudah ada, yakni 10K dan 5,5K. Tahun ini panitia menargetkan sebanyak 5.000 peserta ambil bagian dalam ajang tersebut. Selain itu, panitia menyiapkan total hadiah podium sebesar Rp230 juta untuk para pemenang di seluruh kategori. Peserta juga berkesempatan memperoleh berbagai doorprize menarik, serta race pack dengan total nilai manfaat mencapai Rp1 juta.
Sementara itu, CEO Pancasakti Group, Suwandy Tasmady, mengatakan Pancasakti Run 2026 bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga wadah untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat dan mempererat kebersamaan. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan nilai tambah yang belum pernah ada sebelumnya.
"Peserta kategori Half Marathon 21K berkesempatan mengikuti program undian menuju World Marathon Majors 2027 bagi tiga pelari yang mampu finis dengan waktu maksimal 2 jam 30 menit. Inilah yang membedakan Pancasakti Run dengan ajang lari lainnya di Indonesia," ujar Suwandy.
Lebih jauh, Suwandy menjelaskan bahwa Pancasakti Run 2026 menjadi langkah awal Pancasakti Group dalam perjalanan menuju penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang ditargetkan terlaksana pada 2029. Melalui ajang ini, perusahaan ingin memperkenalkan visi, nilai, dan komitmennya kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari supplier, pelanggan, perbankan, mitra transportasi, hingga berbagai pihak terkait lainnya.
Pancasakti Run 2026 diharapkan menjadi simbol transformasi perusahaan dalam membangun kepercayaan publik, memperkuat reputasi, serta menanamkan semangat pertumbuhan berkelanjutan sebagai fondasi menuju perusahaan terbuka.









