FIFA Izinkan Pemain Amerika Serikat yang Dikartu Merah Tampil Lawan Belgia?
FIFA dikabarkan memberi kelonggaran kepada penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, meski sebelumnya menerima kartu merah dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Bosnia dan Herzegovina.
Kartu merah Balogun disebut telah ditangguhkan dengan status percobaan. Dengan keputusan itu, pemain tersebut tetap dapat memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar.
Keputusan FIFA itu memantik perhatian karena kartu merah pada umumnya berujung larangan bermain setidaknya untuk satu pertandingan berikutnya. Namun, badan sepak bola dunia tersebut disebut memilih menangguhkan sanksi Balogun sehingga ia tidak harus absen dalam laga krusial melawan Belgia.
Jurnalis olahraga Ben Jacobs melaporkan bahwa FIFA menerima panggilan langsung dari Gedung Putih sebelum keputusan tersebut diambil. Meski begitu, belum ada penjelasan rinci dari FIFA mengenai dasar pertimbangan yang membuat hukuman Balogun tidak langsung berlaku.
Kasus ini kemudian mengingatkan publik pada kontroversi Piala Dunia 1962. Saat itu, pemain Brasil Garrincha mendapat kartu merah pada semifinal melawan Chile akibat tindakan keras di lapangan.Exclusive: The White House made a direct call to FIFA to ask Gianni Infantino to review Folarin Balogun’s red card.
FIFA approached for comment and referred to the findings of its independent committee.FIFA sources insist White House influence could not affect the decision… pic.twitter.com/Rl97b1wm4X
— Ben Jacobs (@JacobsBen) July 5, 2026
Situasi tersebut menjadi persoalan besar bagi FIFA karena Garrincha merupakan bintang utama Brasil setelah Pelé mengalami cedera. Pemain berusia 28 tahun itu bahkan mencetak dua gol saat Brasil menang 4-2 atas Chile sebelum diusir wasit.
Setelah adanya permohonan dari federasi sepak bola Brasil, Garrincha akhirnya tetap diizinkan tampil pada final melawan Cekoslowakia. Brasil kemudian menang 3-1 dan mengangkat trofi Piala Dunia, meski Garrincha disebut tampil tidak maksimal karena bermain dalam kondisi demam.
Kini, keputusan terkait Balogun membuat FIFA kembali menjadi sorotan. Amerika Serikat tentu mendapat keuntungan besar karena tetap bisa menurunkan salah satu penyerangnya saat menghadapi Belgia demi tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.









