Pebiliar Indonesia Tembus Semifinal IIO Open 2026, PB POBSI Pasang Target Lebih Gila
JAKARTA, iNews.id – Atlet Indonesia hanya mampu menempatkan satu wakil di semifinal Indonesia International Open (IIO) 2026. Hasil yang tetap mendapat apresiasi tinggi dari Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia.
Sekretaris Jenderal PB POBSI Achmad Fadil Nasution menilai pencapaian tersebut menjadi pijakan penting bagi biliar nasional untuk naik level di kancah dunia. Dari seluruh wakil Merah Putih, hanya Irsal Nasution yang sanggup melangkah hingga empat besar.
Turnamen bergengsi ini akhirnya melahirkan juara dari Filipina. Carlo Biado keluar sebagai kampiun usai menundukkan kompatriotnya Paolo Gallito dengan skor tipis 10-9 pada partai final di Pro Billiard Center, Sabtu (4/7/2027).
Fadil menegaskan ajang internasional seperti IIO Open memiliki peran krusial dalam membentuk mental dan kualitas atlet Indonesia. Persaingan lintas negara dinilai membuka wawasan sekaligus meningkatkan standar permainan nasional.
“Kalau kamu melihat tadi pertandingan sangat seru, menampilkan level dunia ya. Permainannya cukup baik. Tentu ini harapannya dapat diadopsi ya,” kata Fadil di Jakarta, kemarin.
Dia berharap capaian semifinal tidak menjadi batas tertinggi prestasi atlet Indonesia. PB POBSI ingin lonjakan signifikan pada edisi-edisi berikutnya.
“Semoga kami di dalam frekuensi tersebut sehingga ke depan atlet-atlet Indonesia bisa tidak hanya juara 3 seperti hari ini. Kami harapkan bisa finalis maupun juara,” tambahnya.
Dari sisi atlet, Irsal Nasution mengaku puas dengan pencapaian semifinal di ajang sekelas IIO Open 2026. Dia menyebut pengalaman bertanding di level dunia memberi banyak pelajaran berharga.
“Alhamdulillah saya satunya wakil Indonesia melaju ke semifinal antusias, pengalaman pertama juga di event ini secara keseluruhan bagus,” kata Irsal.
IIO Open 2026 diikuti 128 atlet dari 21 negara, menegaskan statusnya sebagai turnamen biliar kelas dunia. Total hadiah yang diperebutkan mencapai 100.000 dolar Amerika Serikat atau setara Rp1,7 miliar.
Edisi 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga turnamen internasional ini di Indonesia. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmen PB POBSI mendorong biliar nasional bersaing lebih agresif di level global.










