Gara-Gara Hal Ini, Pedro Acosta Tak Takut Bersaing dengan Marc Marquez di Ducati
BOLOGNA – Pembalap Tim Red Bull KTM, Pedro Acosta tampak antusias bakal setim dengan Marc Marquez di Ducati Lenovo pada MotoGP 2027 mendatang. Ia pun mengaku siap menyerap ilmu dari Marquez sebanyak mungkin agar dirinya bisa bersinar di ajang balap motor paling prestisius tersebut.
Bila melihat sengitnya rivalitas antara Acosta dan Marquez di lintasan Buriram dan Balaton Park musim ini, duel internal Ducati di masa depan diprediksi akan berjalan sangat menarik. Namun, alih-alih merasa tertekan, Acosta justru memandang persaingan ini dari sudut pandang yang sangat positif.
Bagi pembalap muda berbakat tersebut, berada di satu garasi dengan Marquez adalah sebuah kesempatan emas yang tak ternilai harganya. Ia bisa menyerap ilmu secara langsung dari satu-satunya pembalap aktif saat ini yang pernah menaklukkan era emas MotoGP terdahulu.
1. Menyerap Ilmu dari Marquez
Marc Marquez sendiri saat ini sedang berada dalam misi untuk mendekati rekor dunia untuk jumlah gelar juara dan kemenangan balapan terbanyak. Di sisi lain, ia juga menjadi satu-satunya pembalap di grid saat ini yang pernah bertarung dan berhasil mengalahkan legenda-legenda besar seperti Valentino Rossi, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo.
Fakta sejarah itulah yang membuat Acosta merasa sangat antusias sekaligus rendah hati menyambut musim 2027. Ia sadar betul bahwa pengalaman bertahun-tahun yang dimiliki The Baby Alien adalah gudang ilmu yang sangat berharga bagi perkembangan kariernya.
“Sebuah kehormatan bisa berbagi tim dengan Marc. Bisa dibilang dia berada di fase akhir kariernya, sementara saya baru saja memulai di MotoGP. Karena itu, ini adalah kesempatan bagus bagi saya untuk mencoba belajar darinya dan pengalamannya. Dia adalah pembalap terakhir dari era sebelumnya, yang membalap bersama pembalap hebat seperti Dani, Jorge, dan Valentino,” ungkap Acosta, dikutip dari Crash, Selasa (7/7/2026).
2. Pasang Surut Performa si Hiu Kecil
Pada awal musim ini, Acosta sebenarnya sempat membuat kejutan besar dengan memimpin klasemen kejuaraan dunia untuk pertama kalinya. Momentum manis itu ia dapatkan setelah berhasil meraih kemenangan perdananya di sesi Sprint Race pada seri pembuka di Buriram, tepat di depan Marc Marquez.
Namun, grafik performa pembalap berjuluk El Tiburon itu perlahan mulai menurun hingga membuatnya terlempar ke peringkat ketujuh di papan klasemen. Penurunan tersebut terjadi akibat serangkaian kendala teknis yang menimpa motor KTM miliknya di beberapa balapan terakhir.
Tak hanya urusan mesin, kondisi fisik Acosta juga sempat terganggu akibat mengalami masalah carpal tunnel pada pergelangan tangan kanannya. Cedera tersebut bahkan memaksa sang pembalap muda untuk naik ke meja hijau guna menjalani operasi pemulihan baru-baru ini.
Meski tengah berjuang mengembalikan performa terbaiknya bersama KTM, masa depan cerah sudah menanti Acosta di Ducati. Belajar langsung di bawah asuhan dan persaingan ketat bersama Marc Marquez akan menjadi babak baru yang paling dinantikan dalam karier sang rookie ajaib.









