Profil Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss

Profil Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss

Olahraga | sindonews | Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:53
share

Penunjukan Joao Pinheiro sebagai wasit yang memimpin laga perempat finalPiala Dunia 2026 antaraArgentina dan Swiss di Stadion Kansas, Minggu (12/7/2026) WIB, menuai perhatian. Rekam jejak juru pengadil asal Portugal dalam mengambil keputusan kontroversial membuat banyak pihak, terutama di Argentina, menyambut pengumuman itu dengan penuh kewaspadaan.

Nama Joao Pinheiro masih melekat dengan kontroversi di semifinal Liga Champions musim lalu saat memimpin duel Paris Saint-Germain melawan Bayern Munich. Ia menuai kritik setelah tidak memberikan penalti kepada Munich dalam insiden dugaan handball Joao Neves di kotak terlarang.

Keputusan tersebut semakin diperdebatkan karena tim VAR tidak meminta Pinheiro meninjau ulang tayangan melalui monitor. Kontroversi itu masih menjadi perbincangan di Eropa dan kembali mencuat setelah FIFA menunjuknya untuk memimpin salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.

Baca Juga:Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar

Ini bukan kali pertama Pinheiro bertugas di turnamen tersebut. Sebelumnya, ia memimpin kemenangan Swiss 4-1 atas Bosnia dan Herzegovina di fase grup dengan mengeluarkan tiga kartu kuning dan satu kartu merah langsung. Pinheiro juga menjadi wasit pada laga babak 16 besar antara Kanada dan Afrika Selatan. Kini, Pinheiro kembali dipercaya memimpin pertandingan yang melibatkan Swiss, sekaligus untuk pertama kalinya mengadili laga Argentina di Piala Dunia 2026.

Karier Joao Pinheiro

Nama: Joao Pinheiro

Asal: Portugal

Jejak di Piala Dunia 2026: 2 Pertandingan

Kartu Kuning: 5

Kartu Merah: 1Penunjukan Pinheiro juga menambah daftar panjang polemik perwasitan sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelumnya, pelatih Mesir Hossam Hassan sempat menuduh adanya tekanan terhadap wasit setelah timnya kalah dari Argentina.

Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Kepala Departemen Wasit FIFA yang menegaskan tidak ada keberpihakan dalam setiap pertandingan. Kontroversi lain muncul ketika FIFA membatalkan skorsing penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, sehingga tetap bisa tampil di babak gugur.

Baca Juga:Peluang Cristiano Ronaldo Tampil di Piala Dunia 2030 Masih Terbuka

Keputusan itu memicu kritik dari sejumlah tokoh sepak bola Eropa. Selain itu, penerapan aturan baru FIFA terkait pemain yang menutupi mulut saat berdebat di lapangan juga memancing perdebatan.

Beberapa pemain telah menerima kartu merah karena dianggap melanggar aturan tersebut, yang diberlakukan untuk mencegah ucapan kasar, diskriminatif, atau ofensif disembunyikan dari pengawasan wasit. Polemik lainnya sempat muncul ketika seorang petugas VAR dituduh membuat gestur yang diasosiasikan dengan simbol supremasi kulit putih.

Setelah melakukan penyelidikan, FIFA menyatakan tidak menemukan adanya pelanggaran sehingga petugas tersebut dinyatakan tidak bersalah. Dengan status Argentina sebagai juara bertahan dan Swiss yang tengah memburu semifinal pertama dalam sejarah, tekanan terhadap Pinheiro dipastikan sangat besar. Setiap keputusan yang diambil wasit berusia 38 tahun itu diyakini akan berada di bawah sorotan tajam, mengingat satu momen kontroversial saja bisa menentukan tim yang melaju ke babak semifinal.

Topik Menarik