Laga Terakhir di Stadion Dallas: Prancis vs Spanyol Main di Lapangan Premium

Laga Terakhir di Stadion Dallas: Prancis vs Spanyol Main di Lapangan Premium

Olahraga | sindonews | Senin, 13 Juli 2026 - 20:08
share

Stadion Dallas siap menjadi pusat perhatian dunia saat menggelar laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis, Rabu (15/7/2026) WIB. Namun, sorotan tidak hanya tertuju kepada para pemain yang akan bertarung memperebutkan tiket ke final.

Di balik megahnya pertandingan, ratusan pekerja telah bekerja selama berminggu-minggu untuk memastikan setiap detail penyelenggaraan berjalan sempurna. Mulai dari kualitas lapangan, tata suara, hiburan di dalam stadion, hingga pengalaman para suporter, semuanya dipersiapkan dengan standar tertinggi FIFA.

Salah satu sosok yang turut berperan menghadirkan atmosfer pertandingan adalah DJ Chuy Salazar. Warga Waco, Texas, itu dipercaya mengisi hiburan musik di Stadion Dallas selama turnamen berlangsung.

Baca Juga:Jadwal Semifinal Piala Dunia 2022: Pertaruhan Gelar Prancis

Bagi Salazar, tampil di ajang sebesar Piala Dunia merupakan pencapaian luar biasa dalam kariernya. "Saat para suporter ikut bernyanyi bersama, itulah momen terbaik. Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari pengalaman ini," ujar Salazar dikutip dari Fox4news, Senin (13/7/2026).Atmosfer meriah yang diciptakan para pendukung dari berbagai negara menjadi salah satu daya tarik utama sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Utara.

Tak hanya hiburan, kualitas lapangan juga mendapat perhatian khusus dari FIFA. Menjelang semifinal, permukaan rumput Stadion Dallas tampak berwarna kemerahan akibat sorotan lampu LED khusus yang digunakan untuk membantu proses pertumbuhan rumput.

Baca Juga:Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?

Semifinal nanti akan menjadi pertandingan kesembilan yang digelar di Stadion Dallas, menjadikannya venue dengan jumlah pertandingan terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026.

Manajer Lapangan FIFA, Ian Craig, menjelaskan bahwa lapangan menggunakan rumput musim dingin yang merupakan kombinasi Kentucky bluegrass dan ryegrass. Rumput tersebut diperkuat lima persen serat sintetis untuk meningkatkan stabilitas, daya tahan, dan kualitas permainan.Rumput itu ditanam di Colorado sebelum dikirim ke Texas. "Hasilnya sangat memuaskan. Lapangan tampil sesuai harapan kami sepanjang turnamen," kata Craig.

Baca Juga:Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10

Ia menjelaskan bahwa jenis rumput tersebut tidak akan mampu bertahan jika ditanam langsung di luar ruangan Texas karena kondisi cuaca yang terlalu panas. Sebaliknya, rumput lokal Texas juga tidak cocok digunakan di dalam stadion karena kurangnya intensitas cahaya dan suhu yang dibutuhkan.

Craig mengaku bangga melihat lapangan tetap berada dalam kondisi prima hingga penghujung turnamen, meski ia juga merasakan campuran emosi karena Piala Dunia segera berakhir. "Ada rasa bangga, lega, sekaligus sedih ketika peluit akhir nanti berbunyi," ungkapnya.

Laga semifinal antara Prancis vs Spanyol menjadi pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Dallas pada Piala Dunia 2026. Karena itu, duel tersebut diperkirakan akan menghadirkan atmosfer yang semakin istimewa, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Selain menjadi perebutan tiket menuju final, pertandingan ini juga menjadi momen penutup bagi para penggemar sepak bola di Texas Utara untuk menikmati kemeriahan Piala Dunia sebelum turnamen memasuki babak puncak.

Topik Menarik