Jelang Inggris vs Argentina, Thomas Tuchel Malah Terancam Sanksi FIFA

Jelang Inggris vs Argentina, Thomas Tuchel Malah Terancam Sanksi FIFA

Olahraga | inews | Rabu, 15 Juli 2026 - 23:45
share

ATLANTA, iNews.id – Thomas Tuchel terancam mendapat sanksi FIFA menjelang duel Inggris vs Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 akibat kritik kerasnya terhadap kinerja wasit.

Tuchel sedang mempersiapkan Timnas Inggris untuk menghadapi juara bertahan Argentina di Atlanta Stadium. Namun, pelatih asal Jerman itu kini dibayangi kemungkinan hukuman setelah turnamen berakhir.

FIFA dikabarkan akan mengevaluasi tindakan pemain dan pelatih yang dinilai mencoreng citra pertandingan selama Piala Dunia 2026. Laporan wasit serta sejumlah faktor lain akan menjadi bahan pertimbangan sebelum sanksi dijatuhkan.

Tuchel masuk dalam daftar pihak yang berpotensi mendapat hukuman setelah mengecam wasit asal Australia, Alireza Faghani. Kritik tersebut muncul menyusul kartu merah Jarell Quansah dalam laga babak 16 besar melawan Meksiko.


Kritik Pedas Tuchel kepada Wasit

Tuchel menilai keputusan dan kepemimpinan Faghani tidak memenuhi standar pertandingan sebesar Piala Dunia. Dia juga menyebut kinerja sang wasit tidak konsisten serta sulit dipercaya.

“Ini tidak cukup baik. Dia bisa mengeluarkan pemain dari tim mana pun kapan saja. Kinerjanya tidak cukup baik, tidak konsisten, dan tidak dapat diandalkan dalam pertandingan,” kata Tuchel selepas laga.

Mantan pelatih Chelsea itu turut mengkritik sikap ofisial keempat di pinggir lapangan. Menurut dia, staf pelatih mendapat teguran berlebihan hanya karena sedikit keluar dari area teknis.

“Sekarang kami memiliki dua ofisial keempat yang langsung berteriak jika Anda menginjakkan satu kaki di luar area pelatih. Ini tidak cukup baik,” ujarnya, dikutip dari Sport Bible.

Quansah kemudian dijatuhi larangan bermain sebanyak dua pertandingan. Dia harus absen saat Inggris menyingkirkan Norwegia di perempat final serta ketika menghadapi Argentina pada semifinal.

Komentar Tuchel dapat membuat dia menerima denda atau larangan mendampingi tim dari pinggir lapangan. Meski begitu, FIFA belum akan membuat keputusan sebelum Piala Dunia 2026 berakhir.


FIFA Bantah Wasit Berpihak kepada Argentina

Kasus tersebut mencuat di tengah tudingan dari sejumlah pihak mengenai dugaan keberpihakan perangkat pertandingan kepada Argentina. Kepala Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, kemudian memberikan respons tegas.

Collina mengakui banyaknya pertandingan dalam waktu relatif singkat dapat memunculkan keputusan yang tidak berjalan sesuai harapan. Namun, para wasit akan terus melakukan evaluasi dan memperbaiki kinerja.

“Dengan begitu banyak pertandingan yang dimainkan dalam waktu relatif singkat, wajar jika ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai harapan,” kata Collina.

“Ketika hal itu terjadi, mereka siap bekerja lebih keras untuk memastikan persiapan sepenuhnya matang pada pertandingan berikutnya,” lanjutnya.

Collina menerima diskusi konstruktif mengenai keputusan perangkat pertandingan. Namun, dia menolak segala tudingan tanpa dasar yang mempertanyakan integritas wasit Piala Dunia.

“Tentu saja, diskusi konstruktif mengenai keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola. Namun, tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita,” ujarnya.

Dia juga menegaskan perwasitan FIFA tidak dapat dipengaruhi siapa pun, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino.

“Tidak seorang pun dapat meragukan integritas perangkat pertandingan Piala Dunia FIFA. Tidak seorang pun juga dapat mengklaim perwasitan FIFA bisa dipengaruhi siapa pun, bahkan Presiden FIFA,” kata Collina.

“Perangkat pertandingan mengambil keputusan secara jujur. Sama seperti pemain dan pelatih, mereka selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik,” tambahnya.

Di tengah ancaman sanksi tersebut, Tuchel tetap memiliki kesempatan mencetak sejarah bersama Inggris. Dia menjadi pelatih keempat yang mengantarkan The Three Lions ke semifinal Piala Dunia setelah Sir Alf Ramsey, Sir Bobby Robson, dan Gareth Southgate.

Tuchel masih terikat kontrak hingga Euro 2028. Namun, fokus terdekatnya adalah membawa Inggris menyingkirkan Argentina dan merebut tiket menuju final Piala Dunia 2026.

Topik Menarik