Raheem Sterling Dijerat 3 Dakwaan usai Kecelakaan Lamborghini, Terancam 2 Tahun Penjara

Raheem Sterling Dijerat 3 Dakwaan usai Kecelakaan Lamborghini, Terancam 2 Tahun Penjara

Olahraga | inews | Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:41
share

LONDON, iNews.id - Raheem Sterling terancam hukuman penjara hingga dua tahun setelah mantan pemain Timnas Inggris tersebut dijerat tiga dakwaan terkait kecelakaan mobil di Inggris.

Sterling, yang kini berstatus tanpa klub, harus berurusan dengan hukum setelah Lamborghini yang dia kendarai menabrak pembatas jalan di dekat Minley Interchange, jalur M3, Hampshire, pada 28 Mei 2026.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden itu dan tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Setelah kejadian, Sterling diamankan oleh kepolisian Hampshire. Dia kemudian dibebaskan dengan jaminan setelah menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.

Pada awalnya, Sterling disebut ditangkap atas dugaan kepemilikan narkotika Kelas C. Namun, perkembangan terbaru membuat kasus pemain berusia 31 tahun itu menjadi lebih serius.

Menurut laporan The Sun, Sterling kini didakwa atas tiga pelanggaran, yakni mengemudi secara berbahaya, kepemilikan nitrous oxide untuk penggunaan inhalasi yang tidak semestinya, serta gagal memberikan sampel.

Sterling Hadapi Persidangan September

Sterling dijadwalkan menjalani sidang di Pengadilan Magistrat Basingstoke pada 15 September 2026. Salah satu dakwaan yang paling serius adalah mengemudi secara berbahaya.

Jika terbukti bersalah atas dakwaan tersebut, Sterling dapat menghadapi hukuman penjara hingga dua tahun. Proses hukum masih berjalan dan keputusan pengadilan belum ditetapkan.

Juru bicara Hampshire & Isle of Wight Constabulary mengatakan kepada The Sun: "Seorang pengemudi akan hadir di pengadilan bulan depan untuk menghadapi dakwaan setelah kecelakaan di M3."

"Raheem Sterling, 31, dari Berkshire, telah didakwa atas pelanggaran berikut: mengemudi secara berbahaya, memiliki nitrous oxide untuk inhalasi yang tidak semestinya, serta gagal memberikan sampel."

"Dakwaan tersebut muncul setelah kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah Lamborghini di jalur M3 arah selatan, dekat Minley Interchange, pada 28 Mei 2026."

"Tidak ada kendaraan lain yang terlibat dan tidak ada korban luka yang dilaporkan."

"Sterling dijadwalkan hadir di Pengadilan Magistrat Basingstoke pada 15 September."

Karier Sterling Sedang Berada di Titik Sulit

Kasus hukum tersebut datang ketika Sterling sedang berstatus tanpa klub. Klub terakhir yang diperkuat pemain tersebut adalah Feyenoord di Belanda.

Sterling hanya tampil delapan kali bersama Feyenoord dalam periode singkat. Dia mencatat 421 menit bermain sebelum klub Eredivisie tersebut tidak memperpanjang masa tinggalnya setelah musim 2025/2026 berakhir.

Sebelum bermain di Belanda, Sterling memiliki karier panjang di Premier League. Dia memulai debut senior bersama Liverpool sebelum pindah ke Manchester City pada 2015 dengan nilai transfer 49 juta poundsterling.

Bersama Manchester City, Sterling memenangkan empat gelar Premier League. Pemain yang menimba pendidikan di akademi QPR itu kemudian kembali ke London setelah bergabung dengan Chelsea pada 2022.

Periode Sterling di Chelsea kemudian mengalami kemunduran. Dia sempat dipinjamkan ke Arsenal pada sebagian musim 2024/2025 setelah tidak masuk dalam rencana utama Chelsea.

Situasi semakin sulit ketika Sterling tidak lagi masuk kebutuhan Chelsea dan dilarang menggunakan fasilitas klub selama menjalani masa pengasingan. Kontraknya dengan Chelsea akhirnya diputus berdasarkan kesepakatan bersama pada Januari 2026.

Setelah melakukan pembicaraan dengan sejumlah klub, Sterling memilih Feyenoord dan menandatangani kontrak jangka pendek dengan klub yang saat itu dilatih Robin van Persie. Namun, masa depannya di Rotterdam hanya bertahan singkat.

Di level internasional, Sterling sudah mengoleksi 82 penampilan bersama Timnas Inggris dengan torehan 20 gol. Dia juga tampil di beberapa edisi Piala Dunia.

Penampilan terakhir Sterling bersama Inggris terjadi pada perempat final Piala Dunia 2022 saat menghadapi Prancis di Qatar. Dengan situasi kariernya saat ini, peluang dia kembali memperkuat The Three Lions juga dinilai kecil.

Meski memasuki periode sulit, Sterling tetap tercatat sebagai salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah Premier League. Dia telah mencetak 123 gol di kompetisi tersebut dan menempati posisi ke-20 dalam daftar pencetak gol sepanjang masa.

Topik Menarik