Gaikindo Minta Insentif Tak Hanya untuk Mobil Listrik, Bensin dan Hybrid juga Diberikan

Gaikindo Minta Insentif Tak Hanya untuk Mobil Listrik, Bensin dan Hybrid juga Diberikan

Otomotif | inews | Senin, 29 Juni 2026 - 10:25
share

JAKARTA, iNews.id - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendorong pemerintah memperluas kebijakan stimulus bagi industri otomotif. Asosiasi tersebut mengusulkan agar insentif tidak hanya diberikan kepada kendaraan listrik (EV), tetapi juga mencakup mobil bermesin bensin, hybrid, hingga plug-in hybrid.

Usulan tersebut disampaikan sebagai langkah menjaga pertumbuhan pasar otomotif nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty mengatakan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sektor otomotif di Indonesia.

Menurutnya, selama ini pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui berbagai kebijakan yang mendukung investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog bersama pelaku industri.

"Gaikindo melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional. Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," ujar Anton, dalam keterangan pers Senin (29/6/2026). 

Gaikindo menilai dukungan pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap industri otomotif. Salah satunya melalui kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang sebelumnya berhasil menjaga permintaan kendaraan di pasar domestik.

Insentif tersebut dimanfaatkan hampir seluruh produsen kendaraan yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, Nissan, hingga Isuzu sesuai ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selain itu, pemerintah juga dinilai berhasil mendorong investasi melalui Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang mencakup pengembangan kendaraan Low Cost Green Car (LCGC), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

Meski demikian, Gaikindo menilai kebijakan stimulus perlu diperluas agar seluruh pelaku industri memperoleh kesempatan yang sama dalam mengembangkan bisnis.

Sebab itu, Gaikindo mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar pemerintah menerapkan kebijakan insentif untuk seluruh jenis kendaraan bermotor, mulai dari Internal Combustion Engine (ICE) atau kendaraan bermesin bensin, Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

Menurut Gaikindo, pemberian stimulus secara merata akan membantu menjaga pertumbuhan pasar otomotif nasional sekaligus memberikan kepastian bagi investor yang telah maupun akan menanamkan modal di Indonesia.

Selain memperluas insentif, Gaikindo juga mengapresiasi berbagai dukungan pemerintah terhadap industri otomotif selama ini. Dukungan tersebut antara lain melalui fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS) yang membebaskan bea masuk impor bahan baku dan komponen yang belum diproduksi di dalam negeri sehingga meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Di sisi lain, Gaikindo mengungkapkan dukungan pemerintah terhadap investor Jepang juga menarik perhatian produsen otomotif asal Tiongkok. Sejumlah perusahaan otomotif China yang mulai berinvestasi di Indonesia berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat menjalankan rencana investasi jangka panjang.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional.

"Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," kata Jongkie.

Gaikindo optimistis kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan akan membuat Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi otomotif yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

"Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," kata Anton.

Topik Menarik