Hanung Bramantyo Bawa Anak ke Psikolog usai Jadi Saksi Penganiayaan

Hanung Bramantyo Bawa Anak ke Psikolog usai Jadi Saksi Penganiayaan

Seleb | okezone | Senin, 24 Agustus 2026 - 10:35
share

JAKARTA - Sutradara Hanung Bramantyo mengungkapkan, sang putri Kala Madali mengalami trauma mendalam setelah menyaksikan penganiayaan karyawannya oleh oknum militer.

Sebagai orangtua, Hanung mengaku tengah fokus memulihkan kondisi psikologis sang anak. Dia mengatakan, kejadian itu sempat membuat anaknya mengalami ketakutan luar biasa yang membuatnya membawa sang anak berkonsultasi ke tenaga profesional.

“Kala itu trauma. Dia ketakutan. Saya sadar bahwa kondisi psikologis itu butuh bantuan dari pihak luar. Jadi kita konseling ke psikolog untuk memberi masukan seharusnya orangtua dan anak seperti apa,” kata sang sutradara. 

Beban mental Kala Madali  semakin berat saat ia harus memberikan keterangan di depan meja hijau. Hanung mengaku, sang anak berada di posisi sulit saat harus menceritakan kembali peristiwa tersebut sebagai saksi di hadapan hakim militer.

“Dia dipanggil sebagai saksi, diminta menceritakan kembali peristiwa itu. Sebuah kondisi yang berat tentunya, apalagi untuk anak-anak. Saya saja ketika bertestimoni di hadapan pengadilan merasa tertekan, dua kalimat yang sudah saya rancang saja bisa buyar,” ungkapnya.

Hanung Bramantyo Resmi Berdamai dengan Oknum Militer yang Aniaya Karyawannya

Demi mendampingi sang anak melewati masa sulit tersebut, Hanung bahkan rela meninggalkan jadwal syutingnya yang padat. Ia ingin memastikan Kala merasa aman dan tidak sendirian saat menghadapi proses hukum yang melelahkan.

“Itu momen sangat berat sekali karena saya harus meninggalkan semua pekerjaan demi bisa menemani anak. Saya takut, jika tidak didampingi akan terjadi apa-apa dengan dia,” tuturnya lagi.

 

Pilih Berdamai

Hanung Bramantyo memilih berdamai dengan oknum militer yang menganiaya karyawannya di hadapan sang putri, Kala Madali. Langkah damai dilakukan di hadapan hakim Pengadilan Militer. 

Hanung juga memastikan, pihak keluarga telah memberikan maaf kepada terdakwa. Kendati demikian, ia tetap menyerahkan seluruh keputusan akhir mengenai vonis kepada mekanisme hukum yang ada di militer.

“Kalau ditanya apakah orangtua Kala memaafkan pelaku? Kami bilang, kami memaafkan. Terus apakah proses ini akan dilanjutkan atau bebas? Saya akan bilang,  sesuai dengan proses hukum saja,” tuturnya.*
 

Topik Menarik