Rudal Iran Nyaris Sasar Turki, tapi Ditembak Jatuh Pertahanan Udara NATO

Rudal Iran Nyaris Sasar Turki, tapi Ditembak Jatuh Pertahanan Udara NATO

Global | sindonews | Kamis, 5 Maret 2026 - 08:28
share

Pemerintah Turki mengatakan bahwa pertahanan udara NATO telah menembak jatuh rudal balistik yang ditembakkan dari Iran saat menuju wilayah udara Turki pada hari Rabu.

Ini menandai pertama kalinya anggota aliansi tersebut ikut terseret dalam konflik Timur Tengah yang meluas, yang dimulai oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pekan lalu.

Baca Juga: Bos Pentagon: Iran Sudah Tamat, AS dan Israel Akan Hujani Kematian dan Kehancuran

Tidak jelas ke mana sebenarnya tujuan rudal balistik Iran itu, tetapi juru bicara NATO mengatakan blok pertahanan trans-Atlantik tersebut mengutuk penargetan Turki oleh Iran. NATO menegaskan bahwa berdiri teguh bersama semua sekutu.

Kementerian pertahanan Turki mengatakan rudal itu telah melewati Irak dan Suriah sebelum ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara dan rudal NATO yang ditempatkan di Mediterania timur.

Tidak ada komentar langsung dari Amerika Serikat, yang memiliki pasukan udara yang ditempatkan di pangkalan Incirlik di selatan Turki. Pangkalan tersebut berada di provinsi yang berbatasan dengan provinsi Hatay, tempat otoritas Turki mengatakan puing-puing dari rudal NATO yang mencegat telah jatuh.“Kami memperingatkan semua pihak untuk menahan diri dari tindakan yang akan menyebabkan eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan ini. Dalam konteks ini, kami akan terus berkonsultasi dengan NATO dan sekutu kami lainnya,” kata Kementerian Pertahanan Turki, menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa atau luka-luka.

“Semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah dan ruang udara kami akan diambil dengan tegas dan tanpa ragu-ragu. Kami mengingatkan semua pihak bahwa kami berhak untuk menanggapi tindakan permusuhan apa pun terhadap negara kami,” lanjut kementerian tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/3/2026).

Dua pernyataan awal lainnya oleh pejabat senior Turki tentang insiden tersebut tidak menyebutkan Pasal 4 NATO, yang menyatakan, "Sekutu akan berkonsultasi bersama setiap kali integritas teritorial, kemerdekaan politik, atau keamanan suatu negara anggota terancam."

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyampaikan protes kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dalam sebuah panggilan telepon setelah insiden tersebut, kata sumber diplomatik Turki.

Ankara berupaya menengahi pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat beberapa minggu sebelum AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang memicu serangan rudal dan drone oleh Teheran. Beberapa negara di Teluk dan tempat lain telah terkena dampaknya.

Topik Menarik