Kemenhaj: 14.796 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air Pasca Perang AS-Israel dengan Iran

Kemenhaj: 14.796 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air Pasca Perang AS-Israel dengan Iran

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 06:45
share

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sudah lebih 14 ribu jemaah umrah Indonesia kembali ke tanah air pasca perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Proses pemulangan jemaah umrah dilakukan atas kolaborasi Kemenhaj dengan Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Sebanyak 2.735 jemaah umrah Indonesia telah terpantau dan mendapatkan pendampingan dalam proses kepulangan melalui sejumlah maskapai penerbangan pada 5 Maret 2026. Seluruh penerbangan dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau Tunda Keberangkatan Umrah

"Dengan demikian, secara kumulatif jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Tanah Air mencapai 14.796 orang, sejak 28 Februari 2026 hingga 5 Maret 2026," kata Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M Ilham Effendy, dikutip Sabtu (7/3/2026).

Selain itu, petugas juga melakukan monitoring terhadap kedatangan jemaah umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz. Berdasarkan data yang dihimpun, kata dia, ada 352 jemaah umrah Indonesia yang tiba dan terpantau oleh petugas di bandara pada periode yang sama.

Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat pula 158 jemaah umrah mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan. "Para jemaah tersebut saat ini berada di dua lokasi, yaitu di Kota Jeddah dan Kota Makkah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai dengan pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan" terangnya.

Baca juga: 58 Ribu Jemaah Umrah RI Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran vs AS-Israel, Selly Gantina: Negara Wajib Pulangkan

Ilham menambahkan bahwa bagi jemaah yang mengalami penundaan penerbangan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat berjalan optimal.

“Bagi jemaah yang saat ini masih menunggu penjadwalan ulang penerbangan, kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan. Kami memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” jelasnya.

Topik Menarik