Perang Sengit di Lebanon, Serangan Mendadak Pasukan Perlawanan Gagalkan Pendaratan Israel
Akbar Wildhanata menjadi wisudawan terbaik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari Fakultas Teknik (FT) pada wisuda 118 awal Februari 2026 lalu. Akbar lulus dengan IPK 3,89.
Lulusan S-1 Teknik Elektro ini menilai teknik elektro adalah ruang pencarian jati diri yang mempertemukan logika akademik dengan kreativitas tanpa batas.
Baca juga: Cerita Khaira Zata Dini, Wisudawan D4 UGM Tercepat yang Ingin Banggakan Orang Tua
Lelaki kelahiran Batam, 24 November 2005 ini mengenal dunia elektronika melalui sosok sang ayah. Kedekatan dengan dunia praktikum sejak dini tersebut menumbuhkan rasa penasaran yang kemudian ia asah di bangku kuliah.
Selama masa studi, putra sulung dari pasangan Dandhu Sumarjaya dan Dewi Hartati ini tak sekadar mengejar angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89 di transkrip nilai, tetapi juga aktif melahirkan inovasi yang berdampak.Salah satu prestasi monumentalnya adalah raihan medali perak pada ajang PIMNAS 37 tahun 2024 melalui tim PKM VGK. Akbar dan timnya menggagas "SMART-LANDFILLPRISM", sebuah inovasi pengolahan sampah berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Waste Energy Plant untuk TPA Benowo, Surabaya.
Inovasi ini menawarkan solusi bangunan multifungsi yang mampu memisahkan sampah secara otomatis sekaligus mengonversinya menjadi energi listrik guna mendukung konsep kota berkelanjutan.
Selain sukses di kompetisi nasional, Akbar juga menonjol sebagai asisten laboratorium. Pengalaman ini melatihnya untuk berkolaborasi dengan lintas angkatan serta beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi.
Pengalamannya kian lengkap melalui program magang di industri serta keberhasilannya menyabet predikat Best Final Project pada SIB Cycle 7 IoT Engineer Camp di Indobot Academy tahun 2024.
Mengenai manajemen waktu, Akbar memiliki prinsip yang kuat. Baginya, kegiatan akademik dan non-akademik bukanlah dua kutub yang harus dipisahkan, melainkan saling mendukung. Kegiatan di luar kelas sering kali menjadi penyemangat saat rutinitas perkuliahan terasa menjenuhkan.
“Cara belajar paling efektif adalah dengan mencoba sendiri. Alami kegagalan, lalu belajar dari kesalahan tersebut,” ungkap Akbar yang juga memiliki hobi fotografi ini, dikutip dari laman Unesa, Sabtu (7/3/2026).
Kesuksesan ini, menurut Akbar, tak lepas dari ekosistem pendukung yang luar biasa. Selain motivasi besar dari orang tua, peran dosen yang memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya serta kehadiran teman-teman sebagai penyemangat harian menjadi faktor kunci dalam perjalanannya.










