Safari Ramadan Korps Bhayangkara, Boni Hargens: Bentuk Nyata Polri Bertransformasi

Safari Ramadan Korps Bhayangkara, Boni Hargens: Bentuk Nyata Polri Bertransformasi

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:40
share

Analis politik senior Boni Hargens menilai di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Polri hadir sebagai institusi yang humanis, profesional, dan berkomitmen penuh dalam mendukung program pemerintah. Kemudian, melayani masyarakat khususnya selama bulan suci Ramadan 2026.

"Polri telah membuktikan sebagai mitra strategis yang tak tergantikan dalam pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga pengendalian harga bahan pokok yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari," ujar Boni, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Penguatan SPPG Kunci Sukses MBG

Menurut dia, Polri memiliki peran dalam ketahanan pangan, pengendalian harga, dan kondusivitas Ramadan. Sebagai mitra strategis pemerintah, Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum semata, tetapi juga fasilitator pembangunan sosial yang turut ambil bagian dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.

"Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma Polri yang berorientasi pada pelayanan publik yang tulus dan berkesinambungan," katanya.Selain itu, Polri berhasil menjaga kondusivitas nasional karena terus bersinergi dengan lintas kementerian. Kolaborasi ini mencakup kementerian, lembaga negara, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas keagamaan yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Menurut Boni, Polri Ramadhan 2026 cerminan nyata dari Polri yang telah dan terus bertransformasi dari institusi yang ditakuti menjadi institusi yang dicintai, dari penegak hukum yang keras menjadi pelayan masyarakat yang tulus.

Program Safari Ramadhan dan Bakti Sosial Polri 2026 dinilai menjadi salah satu wujud paling konkret dari komitmen institusi kepolisian untuk hadir sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Indonesia.

"Ribuan personel Polri mengunjungi panti asuhan, panti jompo, dan keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia, membawa paket sembako, santunan, dan semangat kebersamaan yang mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat," ujar Boni.

Di sisi lain, dia menilai transformasi institusional yang dijalankan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit menghasilkan dampak yang terukur dan dapat dirasakan langsung masyarakat.Dalam kurun empat tahun, kasus kekerasan turun hingga 80 persen dan penyalahgunaan wewenang turun 83 persen. Hal tersebut merupakan luar biasa yang mencerminkan komitmen reformasi yang sungguh-sungguh.

Transformasi Polri bukan sekadar perubahan prosedur administratif, melainkan sebuah revolusi paradigma yang menyentuh akar budaya organisasi kepolisian. Salah satu indikator keberhasilan reformasi Polri yang paling terlihat adalah penurunan signifikan angka penangkapan terkait unjuk rasa dan demonstrasi.

Perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma dari pendekatan represif menuju pendekatan yang lebih humanis, dialogis, dan menghormati hak-hak sipil masyarakat.

"Polri bukan hanya penegak hukum, Polri adalah bagian dari keluarga besar Indonesia yang hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi setiap warga negara dari Sabang sampai Merauke," kata Boni.

Topik Menarik