Darunnajah Jadi Tuan Rumah Literasi Keuangan Syariah Nasional Bersama OJK
Pondok Pesantren dan Universitas Darunnajah sukses menjadi tuan rumah Seminar Nasional Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH). Seminar ini dalam rangka program GERAK Syariah yang digelar di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, Selasa (10/03/2026)
Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis antara Pondok Pesantren Darunnajah, Nahdlatul Ulama Business Catalyst (NUBIC), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dihadiri lebih dari 1.000 peserta dari berbagai pondok pesantren di Jakarta.
Baca juga: Dari Kitab Kuning ke Data Mining: Transformasi Literasi dalam Organisme Pesantren
Pimpinan Pondok K.H. Hadiyanto Arief, membuka acara dengan menegaskan relevansi mendalam antara nilai puasa Ramadhan dan literasi keuangan.
Menurutnya, kecerdasan finansial tidak dimulai dari kalkulator, melainkan dari kemampuan mengendalikan diri, sebuah nilai yang dilatih setiap hari melalui ibadah puasa.Dalam sambutan tersebut, Hadiyanto mengingatkan bahwa para ulama fiqih telah merumuskan kerangka pengelolaan kebutuhan yang jauh lebih komprehensif dari teori keuangan modern, yakni konsep dharuriyyat, hajiyyat, dan tahsiniyyat, yang membedakan kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
Nilai ini, tegasnya, menjadi fondasi literasi keuangan paling hakiki bagi para santri.
Ia juga mengingatkan bahwa Rasulullah SAW adalah seorang pedagang kelas dunia yang dikenal dengan kejujuran dan amanah.
"Sunnah kewirausahaan Nabi telah kita pinggirkan dalam kurikulum pendidikan Islam selama puluhan tahun. Dan hari ini, kita mulai mengembalikannya," ujarnya.
Dia memaparkan bahwa Darunnajah lahir dari rahim seorang moslempreneur. Pendiri dan wakif, almarhum K.H. Abdul Manaf Mukhayyar, yang merupakan aghniya berjiwa ulama.Saat ini Darunnajah telah berkembang dengan 23 kampus, lebih dari 13.000 santri, dan 1.135 hektar aset wakaf produktif.
Darunnajah didirikan untuk mencetak tiga profil sekaligus: ulama yang mumpuni, zu'ama yang visioner, dan aghniya yang dermawan.
Visi tersebut kini diwujudkan melalui Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Darunnajah, yang telah menjalankan program studi Kewirausahaan Islam, Digital Entrepreneurship dan saat ini tengah memproses pembukaan program studi baru: Keuangan Islam (Islamic Finance).
Kegiatan SAKINAH diikuti oleh sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari santri, guru dan mahasiswa Darunnajah, Santri Pondok Pesantren Al-Washilah, Al-Hidayah, Al-Abror, Al-Fauzan Nusantara, QS Nurani, dan Nurul Jalal.
Seluruh peserta yang hadir mendapatkan pembekalan dari narasumber yang berasal dari OJK, NUBIC, serta perwakilan dari Bank Muamalat Indonesia.Di akhir sambutannya, Hadiyanto menyatakan kesiapan Darunnajah untuk menjadi mitra strategis OJK dalam berbagai program, mulai dari edukasi dan literasi keuangan syariah bagi santri dan masyarakat pesantren, penguatan peran LAZNAS dalam ekosistem filantropi Islam yang teregulasi, pengembangan wakaf uang sebagai instrumen investasi sosial, hingga inovasi Wakaf Link Sukuk dan berbagai skema wakaf produktif lainnya.
"Jika 4 juta santri Indonesia tumbuh dengan kecerdasan seperti itu, melek keuangan syariah, dan berani berwirausaha. Maka, kita tidak hanya membangun generasi yang shaleh, tetapi generasi ulama, zu'ama, dan aghniya yang berdaulat secara ekonomi," pungkasnya.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, hadir dan menyampaikan keynote speech pada kegiatan tersebut.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf, yang sebelumnya dijadwalkan hadir, berhalangan menghadiri kegiatan ini dan diwakili oleh Dr. KH. Fahmy Akbar Idries selaku Ketua PBNU Bidang Ekonomi ditunjuk untuk memberikan sambutan sekaligus mengikuti prosesi peluncuran Modul Pengajaran Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah bagi pesantren.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran Modul Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Syariah yang diserahkan secara simbolis oleh pihak OJK kepada Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah dan Ketua Umum PBNU, untuk selanjutnya diteruskan kepada jaringan lembaga pendidikan pesantren di seluruh Indonesia.
Modul ini merupakan wujud nyata kolaborasi OJK, NUBIC, dan Darunnajah dalam memperluas literasi keuangan syariah hingga ke akar rumput.Rangkaian kegiatan ditutup dengan momen buka puasa bersama lebih dari 1.000 santri dan para tokoh nasional. (adm/humas)









