Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Kirim Surat Emosional buat Keluarga
Upaya mendapatkan keadilan terus disuarakan oleh Arief Pramuhanto. Mantan direktur utama PT Indofarma ini menyampaikan surat tulis tangan kepada keluarga saat merayakan Idulfitri 1447 H/2026 M.
Dalam suratnya, Arief menyampaikan kerinduan kepada istri dan kedua anak yang sudah ditinggalkan dalam dua kali masa Lebaran. Ia juga meminta keluarga untuk terus mendoakan dalam perjuangannya mendapatkan keadilan dan terbebas dari semua tuduhan korupsi yang dialamatkan kepada dirinya.
"Doa Bapak selama Ramadhan kali ini tetap sama; kuatkan saya menghadapi ujian ini! Bapak sadar dalam kehidupan selalu ada ujian. Bapak ingin lulus dari ujian ini dengan nilai sempurna," tulisnya lewat unggahan akun X, @bebaskanarief, Minggu (22/03/2026).
Baca Juga: Kasus Korupsi Arief Pramuhanto, Guru Besar Fakultas Hukum UII Sebut Tidak Ada Unsur Mens ReaSebagaimana diketahui Arief dinyatakan bersalah pada kasus pengadaan alat kesehatan dalam kapasitasnya sebagai dirut PT Indofarma dan komisaris PT Indofarma Global Medika (IGM), anak usaha dari PT Indofarma.
Berdasarkan fakta persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri sudah secara gamblang menyatakan pihak mana saja yang menerima dana, dan tidak terbukti ada dana yang mengalir ke Arief. Penuntut umum juga tidak dapat membuktikan jika ada dana yang mengalir ke Arief. Karena itu Majelis Hakim Pengadilan Negeri tidak membebankan uang pengganti. Ironisnya putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta menghukum Arief dengan memberikan tambahan uang pengganti sebesar Rp 222,7 miliar subsider 7 tahun penjara serta denda Rp 500 juta. Putusan Kasasi menyetujui putusan banding
Sebelumnya, Guru besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof. Dr. Mudzakkir, S.H., M.H. sempat mempertanyakan putusan banding tersebut. Mudzakkir juga menilai dalam perkara ini sebenarnya tidak ada unsur mens rea yang dilakukan oleh Arief Pramuhanto.
Baca Juga: Pakar Ingatkan Risiko Kriminalisasi Profesional terhadap Reformasi BUMNBerangkat dari kondisi tersebut, Arief terus berjuang untuk menemukan keadilan. Surat yang dituliskannya dari balik jeruji penjara Salemba itu disampaikannya lewat keluarga yang menyambanginya pada masa Lebaran.
Berikut tulisan lengkap surat emosional dari Arief Pramuhanto tersebut.-------Assalammualaikum Warahmatullahi WabarakatuhSalam buat istriku tercinta, Dewi, dan kedua anakku tersayang.Sudah dua Lebaran Bapak tidak bisa hadir bersama kalian. Bapak sungguh rindu. Bapak sangat rindu dengan kehangatan kalian semua.
Tapi Bapak harus simpan rindu itu dulu dari balik jeruji di Salemba ini. Entah sampai kapan. Bapak hanya bisa berharap semoga rindu itu tidak hanya menjadi angan angan saja.
Doa Bapak selama Ramadhan kali ini tetap sama; kuatkan saya menghadapi ujian ini! Bapak sadar dalam kehidupan selalu ada ujian. Bapak ingin lulus dari ujian ini dengan nilai sempurna.
Bapak percaya sama kalian. Dan, Bapak yakin kalian akan selalu menyampaikan doa dalam setiap sujud dan salat.
Istri dan anak anakku tercintaUntuk kesekian kali Bapak menegaskan bahwa Bapak tidak pernah korupsi. Pengadilan sudah membuktikan bahwa tidak ada satu rupiah pun Bapak menerima uang yang menyebabkan Bapak dituduh korupsi. Demi Allah dan Rasul, Bapak tidak pernah terbersit untuk mencuri uang negara.










