Heboh! Harga Bensin Pertamax Naik Sampai Rp17.850 per Liter Awal April
Masyarakat dihebohkan dengan kabar kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) naik signifikan per 1 April 2026. Mengutip data Bercap Confidential yang beredar pada Senin (30/3), harga BBM jenis Pertamax naik Rp5.550 menjadi Rp17.850 per liter dari semula Rp12.300 per liter.
Kenaikan juga berlaku untuk Pertamax Green yang naik Rp6.250 menjadi Rp19.150 per liter dari semula Rp12.900 per liter. Sementara itu Pertamax Turbo naik Rp6.350 menjadi Rp19.150 per liter dari Rp6.350 pet liter. Selanjutnya Dex naik Rp9.450 menjadi Rp23.950 per liter dari semula Rp14.500 per liter. Kemudian Dexlite naik Rp9.450 per liter menjadi Rp23.650 per liter dari semula Rp14.200 per liter.
Baca Juga:10 Negara yang Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Disebutkan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi Pertamina tidak lepas dari HIP kenaikan harga Gasoline RON 92 naik 63,44 persen (46,15 USD/bbl dari 3,91 USD/bbl menjadi 120,06 USD/bbl, atau baik 62,99 persen (Rp4.925 per liter) dari Rp7.818 per liter. Kemudian HIP Gasoil 250ppm nail 90,65 persen(79,08 USD/bbl) dari 87,23 USD/bbl menjadi Rp166,31 USD/bbl, atau naik 91,30 persen (Rp8.425 per liter) dari Rp9.228 per liter.
"Skema harga Gasoline dan Gasoil naik sejalan dengan tren HIP dalam upaya mendukung arahan Pemerintah untuk hemat energi akibat situasi perang US-Israel vs Iran yang menyebabkan harga minyak dunia naik ekstrim dan terjadi gangguan 20 pasokan minyak dunia di Selat Hormuz," tulis keterangan tersebut.Baca Juga:Krisis Selat Hormuz Makin Parah, Lebih dari 40 Negara Terapkan Darurat BBM
Selain itu kenaikan harga BBM dipicu pelemahan kurs Rupiah terhadap dolar AS sebesar 0,34 persen (Rp58/USD) dari Rp16.819/USD menjadi Rp16.877/USD. Terpisah, Ekonom Universitas Airlangga (UNAIR), Wisnu Wibowo mengatakan, kenaikan harga BBM sebagai konsekuensi logis dari mekanisme pasar internasional. "Kenaikan harga BBM nonsubsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional," ujar dia.
IIMS Jakarta 2026 Selesai Digelar, Hadirkan Solusi Finansial Holistik bagi Industri Otomotif
Wisnu memproyeksikan kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan lebih dari 10. Adapun penyebab kenaikan harga dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah, acuan harga Mean of Platts Singapore (MOPS), hingga kurs rupiah terhadap dolar AS.










