Universitas Brawijaya Masuk 600 Besar Dunia Kampus Lulusan Siap Kerja

Universitas Brawijaya Masuk 600 Besar Dunia Kampus Lulusan Siap Kerja

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 2 April 2026 - 19:42
share

Universitas Brawijaya (UB) berhasil menorehkan prestasi di tingkat global dengan menempati peringkat ke-567 dunia dalam indikator kemampuan kerja lulusan (employability) pada pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2026.

Dalam kategori yang sama, UB juga berada di posisi keenam di antara perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) di Indonesia.

Ketua UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, mengatakan capaian ini menunjukkan bahwa kualitas lulusan UB semakin mendapat pengakuan dari dunia kerja internasional.

Baca juga: 7 PTN Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026, Referensi SNBT 2026

Menurutnya, indikator employability dalam pemeringkatan QS menjadi salah satu faktor penting karena menilai kesiapan lulusan dalam memasuki pasar kerja global.“Indikator employability dalam pemeringkatan QS memiliki peran krusial karena mengukur kesiapan lulusan memasuki pasar kerja, termasuk relevansi kompetensi, kemampuan adaptasi, serta daya saing di tingkat global,” ujarnya, mengutip laman UB, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: QS WUR by Subject 2026, Ini 7 Universitas dengan Jurusan Kedokteran Terbaik Indonesia

Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian QS menggunakan tiga komponen utama, yakni lensa, indikator, dan metrik. Lensa menjadi tema besar penilaian seperti kemampuan kerja, penelitian, keberlanjutan, dan internasionalisasi. Dari lensa tersebut kemudian diturunkan indikator-indikator spesifik, seperti reputasi akademik, reputasi di mata pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, hingga jumlah sitasi ilmiah yang diukur menggunakan metrik teknis.

Menurut Hendrix, pendekatan tersebut memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kinerja sebuah perguruan tinggi karena tidak hanya menilai satu aspek, tetapi melihat keseluruhan performa institusi dari berbagai sudut pandang.

Dalam proses pemeringkatan, QS menganalisis lebih dari 16,4 juta publikasi akademik serta mengumpulkan persepsi lebih dari 151.000 akademisi dan 100.000 pemberi kerja dari berbagai negara untuk memastikan validitas data yang digunakan.Keberhasilan UB dalam indikator employability ini, lanjut Hendrix, tidak lepas dari berbagai strategi pengembangan yang dilakukan kampus, seperti penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan industri, perluasan jejaring kerja sama internasional, hingga penguatan program magang dan pertukaran pelajar.

Sementara itu, Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni (DPKA) UB, Karuniawan Puji Wicaksono, menambahkan bahwa universitas saat ini memprioritaskan perluasan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Universitas yang baik adalah yang lulusannya cepat mendapatkan pekerjaan,” kata Karuniawan.

Selain itu, UB juga memanfaatkan jaringan alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor strategis, baik di dalam maupun luar negeri. Banyak alumni UB yang saat ini menempati posisi penting sebagai pejabat publik, politisi, pengusaha, hingga profesional di perusahaan global.

Menurut Karuniawan, penguatan hubungan dengan alumni yang telah berkarier di tingkat internasional menjadi bagian dari strategi kampus untuk meningkatkan reputasi di mata pemberi kerja sekaligus memperkuat indikator employability dalam pemeringkatan global.

Peringkat QS tidak hanya menjadi bentuk pengakuan internasional, tetapi juga berfungsi sebagai alat evaluasi strategis bagi perguruan tinggi untuk melihat posisi relatifnya dibandingkan institusi lain di dunia. Data tersebut juga membantu universitas mengidentifikasi keunggulan sekaligus area yang perlu ditingkatkan.

Topik Menarik