Sukses Besar! 'Na Willa' Raih 1 Juta Penonton, Siap Lanjut ke Sekuel
Sinema keluarga masih punya tempat istimewa di hati publik. Hal ini dibuktikan Film Na Willa yang kini resmi menembus lebih dari 1 juta penonton di Indonesia. Pencapaian ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tontonan keluarga paling dicintai pada 2026. Capaian tersebut sekaligus memperpanjang jejak sukses Visinema Studios setelah film sebelumnya, Jumbo, juga meraih status blockbuster.
Chief of Content Officer Visinema Studios sekaligus produser Na Willa, Anggia Kharisma, menyebut capaian ini lebih dari sekadar angka. “Bukan sekadar angka, tapi sinyal kuat. Film ini menjadi ruang sederhana yang mengajak penonton kembali merasakan dunia dari sudut pandang anak-anak jujur, hangat, dan penuh rasa ingin tahu,” katanya.
Di balik layar, sutradara Ryan Adriandhy memastikan perjalanan Na Willa belum berhenti. Sekuel film ini bahkan telah memasuki tahap pengembangan naskah. “Ini baru awal, film kedua sudah disiapkan,” katanya. Antusiasme penonton lintas usia juga menjadi kejutan tersendiri, terutama karena banyak orang dewasa ikut larut dalam cerita yang tampak sederhana.
Baca Juga : Penuh Imajinasi dan Air Mata, Na Willa Jadi Film Keluarga Wajib Tonton saat Libur Lebaran
Respons positif datang dari berbagai kalangan. Aktor dan komika Ardit Erwandha mengaku terkesan setelah menonton bersama keluarga. “Senyumku mengembang besar sekali,” ucapnya. Sementara itu, produser dan sutradara Ernest Prakasa menyebut film ini “luar biasa” dan layak dibanggakan sebagai karya anak bangsa.Namun demikian, kekuatan utama Na Willa justru terasa paling nyata dalam sebuah pemutaran bersama di Tunjungan Plaza 1 XXI, Surabaya, pada 31 Maret 2026. Penulis sekaligus inspirasi cerita, Reda Gaudiamo, dipertemukan kembali dengan sahabat masa kecilnya, Ibu Farida, setelah lebih dari enam dekade berpisah. Keduanya duduk berdampingan, menyaksikan potongan kenangan yang kini hidup di layar lebar.
Air mata tak terbendung ketika adegan-adegan sederhana—seperti momen mengaji bersama—muncul kembali dalam bentuk visual. Ibu Farida mengaku sulit berkata-kata melihat dirinya seolah hadir kembali dalam sosok yang diperankan Freya Mikhayla. Di sisi lain, Reda mengenang janji masa kecil yang baru terbayar setelah 66 tahun. “Janji itu akhirnya terpenuhi,” tuturnya.
Lebih jauh, Na Willa menghadirkan kisah seorang anak perempuan berusia enam tahun yang melihat dunia kecilnya sebagai ruang penuh keajaiban. Ketika perubahan datang dan teman-temannya mulai beranjak, ia belajar tentang kehilangan tanpa harus melepaskan imajinasi. Dengan pendekatan visual yang detail dan sudut pandang khas anak-anak, film ini menjelma menjadi perjalanan emosional tentang keluarga, persahabatan, dan kenangan yang tak lekang oleh waktu.









