PSI Gelar Perayaan Paskah, Grace Natalie: Semoga Tak Perlu Izin Keramaian untuk Beribadah

PSI Gelar Perayaan Paskah, Grace Natalie: Semoga Tak Perlu Izin Keramaian untuk Beribadah

Nasional | sindonews | Rabu, 8 April 2026 - 08:57
share

Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie berharap ke depan tidak perlu ada lagi izin keramaian bagi kelompok minoritas untuk beribadah. Hal itu diungkapkannya dalam sambutannya di acara Perayaan Paskah di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa 7 April 2026.

“Balai Sarbini ini kalau hari Minggu itu diberdayakan jadi tempat ibadah. Ini menggambarkan bagaimana hausnya orang untuk beribadah, tapi enggak boleh atau sulit untuk mendapatkan izin, akhirnya nyeliplah di ruko, di mal, di mana setiap minggu harus mendapatkan dan memperbarui izin keramaian. Kita berharap semoga ke depan gak usah ada izin-izin keramaian untuk ibadah,” ucap Grace yang disambut tepuk tangan peserta Perayaan Paskah.

Meski mengakui bahwa politik seringkali dipandang negatif, Grace menyatakan politik tidak bisa dihindari karena kebijakan publik dibuat di sana. “Saya tahu bahwa politik itu bukan barang yang semua orang mau pegang. Agak-agak serem dan ngeri mungkin ya, bahkan mungkin dengan berita-berita akhir-akhir ini kita juga jadi punya mixed reviews mungkin tentang politik. Tapi siapa yang membuat Perda? Siapa yang membuat undang-undang? Ya orang-orang politik di legislatif dan eksekutif,” ujarnya.

Baca juga: Pengacara Jokowi: Restorative Justice Bagian dari Dinamika Kebenaran dalam Kasus Ijazah

Grace menuturkan, pada pemilihan legislatif, PSI membuka ruang dan memfasilitasi kelompok minoritas untuk ikut berkontestasi dan sebagian dari mereka terpilih. “PSI mereka diberi ruang untuk ikut berkontestasi dan akhirnya terpilih menjadi anggota legislatif tidak hanya di kantong-kantong Kristen ya tapi di banyak tempat lain,” ungkap Grace.

Kinerja para kader ini terus dipantau, bahkan beberapa di antaranya berhasil memperjuangkan dan mengesahkan peraturan daerah (Perda) tentang toleransi di wilayah masing-masing. “Setelah mereka menjadi anggota dewan, mereka melaporkan kinerjanya secara rutin. Kemudian, di beberapa tempat yang PSI punya satu fraksi, saya mendapat update bahwa mereka memperjuangkan dan menggolkan perda-perda toleransi di tempat masing-masing," ujarnya.

Perayaan Paskah DPP PSI ini juga dihadiri Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, Wakil Ketua Umum DPP PSI sekaligus Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka, Bendahara Umum DPP PSI Fenty Noverita, dan jajaran pengurus lain.

Pada ibadah Paskah, khotbah disampaikan oleh Pdt Marcel Saerang. Kader PSI Mongol Stress dan Regina Idol ambil bagian meramaikan perayaan Paskah DPP PSI ini.

Topik Menarik