Iran Bidik Kapal Induk dan Seluruh Kapal Perang AS: Kami Akan Tenggelamkan Semuanya!
Iran menyatakan peluncur rudalnya sekarang diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln dan seluruh kapal perang Amerika Serikat (AS) yang berada di sekitar Selat Hormuz. Teheran mengancam akan menenggelamkan semuanya.
Ancaman tersebut disampaikan oleh Mohsen Rezaei, seorang pejabat senior yang juga penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, pada hari Rabu. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan televisi televisi, dia memperingatkan: "Angkatan Laut Amerika berada di bawah peluncur rudal kami."
Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Balas Blokade Laut Merah, Teluk, dan Laut Oman
“Peluncur tersebut kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kami dan sekarang diarahkan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika," kata Rezaei yang mengenakan seragam militer.
"Mereka semua berada di bawah peluncur kami sekarang dan kami akan menenggelamkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos dari kami. Gencatan senjata, biasanya, harus menjadi langkah pertama setelah serangkaian perjanjian. Itulah mengapa saya tidak menerima ini sebagai gencatan senjata. Ini adalah keheningan,” lanjut Rezaei, seperti dikutip dari Turkiye Today, Kamis (16/4/2026).Rezaei, yang merupakan mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), diangkat sebagai penasihat militer Mojtaba pada bulan lalu.Dalam wawancaranya, dia menyindir Presiden AS Donald Trump sebagai polisi di Selat Hormuz.
"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" ujarnya.
"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal kami, dan kami dapat menghancurkannya," imbuh Rezaei.
Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik transit minyak paling penting di dunia, dan gangguan apa pun di sana dapat memiliki implikasi signifikan bagi pasokan dan keamanan energi global.
Sebelumnya, militer AS mengeklaim telah berhasil memulangkan 10 kapal yang mencoba meninggalkan pelabuhan Iran selama 48 jam pertama dari apa yang digambarkan sebagai blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz. "Sepuluh kapal kini telah dipulangkan, dan nol kapal yang berhasil menerobos sejak dimulainya blokade AS pada hari Senin," kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah unggahan di X.
CENTCOM awalnya melaporkan sembilan kapal telah dipulangkan, kemudian memperbarui angka tersebut menjadi 10, termasuk satu kapal yang dikatakan "dialihkan" kembali ke Iran oleh kapal perusak rudal berpemandu AS.
Namun, data pelacakan maritim tampaknya menantang pernyataan militer AS tentang blokade yang sepenuhnya efektif.
Data pelacakan dari hari Selasa menunjukkan bahwa setidaknya dua kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran berhasil menyeberangi Selat Hormuz, meskipun beberapa di antaranya kemudian mengubah haluan dan berbalik. M
enurut penyedia data maritim; Kpler, ketiga kapal tersebut merupakan bagian dari setidaknya tujuh kapal yang terkait dengan Iran yang melewati jalur air strategis tersebut setelah blokade Washington dilaporkan dimulai pada pukul 14.00 GMT pada hari Senin.








