Slow Travel Naik Daun di Asia Pasifik, Resor Kian Diminati

Slow Travel Naik Daun di Asia Pasifik, Resor Kian Diminati

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 19 April 2026 - 15:10
share

Ledakan tren slow travel mengubah peta pariwisata Asia Pasifik. Wisatawan mulai beralih pola dari liburan serba cepat ke pengalaman yang lebih lambat, intim, dan bermakna. Hal ini mendorong resor naik kelas dari sekadar akomodasi menjadi destinasi utama untuk beristirahat, terhubung, dan memulihkan diri.

Perubahan ini tercermin dari proyeksi industri global. Sektor resor diperkirakan tumbuh dengan CAGR 19,6 pada 2025–2030, sementara pendapatan di Asia Pasifik diprediksi menembus USD 945,4 miliar pada 2030, menegaskan resor sebagai pusat gravitasi baru industri pariwisata.

Laporan tren 2026 dari Hilton mengidentifikasi dua pendorong utama, yakni “Hushpitality” dan “Generation Permutations”. “Hushpitality” menekankan kemewahan yang tenang, pengalaman alam imersif, serta me time yang personal, sementara “Generation Permutations” mencerminkan meningkatnya perjalanan lintas generasi untuk mempererat ikatan keluarga. Keduanya bermuara pada kebutuhan akan perjalanan yang lebih lambat, sadar, dan terkoneksi.

Baca Juga : Mewujudkan Liburan ke Bangkok dengan Penawaran Tiket yang Lebih Hemat

Vincent Ong, Vice President Full-Service Brands Asia Pacific Hilton, menegaskan perubahan tersebut. “Seiring wisatawan di Asia Pasifik semakin selektif dalam memanfaatkan waktu libur mereka, kami melihat pergeseran menuju pengalaman menginap di resor yang mengutamakan istirahat, keterlibatan yang lebih dalam, serta koneksi yang lebih bermakna,” ujarnya. Ia menambahkan, setiap pengalaman dirancang sebagai perjalanan utuh melalui program wellness, lingkungan alam, dan aktivitas untuk semua usia.Menjawab tren ini, Hilton memperluas portofolio resornya di berbagai destinasi, dari Langkawi hingga Maladewa. Hilton Burau Bay Langkawi Resort yang akan dibuka Mei mendatang menawarkan panorama laut tenang dengan fasilitas eforea Spa berbasis konsep Blue Zone longevity, lengkap dengan vila spa, Salt Room, sauna outdoor, kolam refleksiologi, dan dek yoga, serta Nature Center untuk eksplorasi hutan hujan dan aktivitas berkelanjutan.

Di segmen lain, Hilton Shah Alam Glenmarie di Malaysia dan Hilton Bangkok Suvarnabhumi Golf Resort & Spa di Thailand menghadirkan pengalaman berbasis golf dengan akses ke Glenmarie Golf and Country Club dan Summit Windmill Golf Club yang dikenal dengan night golf. Sementara Hilton Maldives Amingiri Resort & Spa menawarkan konsep ramah keluarga dengan Krakengiri Kids Club, area remaja Re:Fuel, aktivitas tematik, hingga akomodasi eksklusif “The Residence” dengan enam kamar tidur, kolam privat, spa, dan bioskop. Maladewa sendiri masuk daftar destinasi terbaik Asia 2026 versi Travel + Leisure.

Tren liburan multigenerasi juga kian kuat. Hilton Hyderabad Genome Valley Resort & Spa menghadirkan pengalaman berbasis alam seluas 20 hektare dengan keanekaragaman hayati, mulai dari bird watching, memberi makan ikan, hingga aktivitas interaktif bersama tim kuliner, memperkaya pengalaman sekaligus mempererat hubungan keluarga.

Diferensiasi kini terletak pada pengalaman autentik. Di Hilton Quang Hanh Onsen Resort, Vietnam, wisatawan dapat menikmati ritual onsen tradisional di Yoko Onsen Quang Hanh dengan 27 pemandian air panas dan 18 kolam mineral alami. Sementara Canopy by Hilton Okinawa Miyako Island yang dibuka April menawarkan desain terinspirasi lokal, ruang sosial dinamis, serta fasilitas keluarga dengan pemandangan laut. Kebangkitan resor ini menegaskan redefinisi liburan modern—lebih lambat, lebih dalam, dan lebih bermakna.

Topik Menarik