Sangat Konyol, Iran Bantah Laporan Media AS tentang Perundingan dengan Washington

Sangat Konyol, Iran Bantah Laporan Media AS tentang Perundingan dengan Washington

Global | sindonews | Sabtu, 25 April 2026 - 08:30
share

Kantor Berita Tasnim melaporkan pada hari Jumat (25/4/2026) bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan melakukan perjalanan ke Pakistan, Oman, dan Rusia sebagai bagian dari tur regional resmi. Hal itu digambarkan sebagai gelombang laporan menyesatkan oleh media Amerika Serikat (AS) mengenai potensi negosiasi di Islamabad.

Menurut Tasnim, beberapa media AS bergegas menerbitkan apa yang mereka sebut sebagai laporan “eksklusif” yang mengutip “sumber yang terinformasi,” termasuk klaim tentang komposisi delegasi Iran dan ketidakhadiran Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf.

Kantor berita tersebut mengkritik keras laporan-laporan ini, menggambarkannya sebagai “omong kosong belaka,” dan menekankan Araghchi telah mengumumkan perjalanan dan agendanya secara publik.

Tasnim secara khusus menargetkan Axios, menuduhnya menerbitkan klaim palsu dan menyatakan Axios “dikenal karena berita palsu.”

Tasnim menambahkan laporan yang menyatakan Qalibaf tidak akan menemani Araghchi adalah “sangat konyol,” terutama ketika disajikan sebagai intelijen eksklusif.

Tidak Ada Negosiasi yang Direncanakan di Islamabad

Tasnim lebih lanjut membantah laporan CNN yang mengklaim utusan AS, termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff, sedang menuju Islamabad untuk bernegosiasi dengan Araghchi.

Meskipun Gedung Putih mengkonfirmasi utusannya sedang melakukan perjalanan ke Pakistan, sumber-sumber Iran menegaskan saat ini tidak ada pembicaraan dengan Amerika Serikat yang ada dalam agenda.

Menurut Tasnim, kunjungan Araghchi difokuskan pada konsultasi dengan pejabat Pakistan mengenai posisi Iran tentang mengakhiri perang, bukan untuk terlibat dalam negosiasi.

Klaim Delegasi Negosiasi Dibantah

Dalam pernyataan terpisah yang dimuat Al Mayadeen, otoritas Iran juga menolak laporan yang menyatakan Qalibaf telah mengundurkan diri dari memimpin delegasi negosiasi.

Para pejabat dari pusat media parlemen, yang dikutip melalui Kantor Berita Mizan, mengatakan "tidak ada kebenaran" dalam klaim tersebut dan mengkonfirmasi tidak ada putaran negosiasi baru yang dijadwalkan.Mereka menekankan belum ada individu yang ditunjuk untuk memimpin delegasi mendatang, dan menggambarkan laporan tersebut sebagai upaya memutarbalikkan opini publik.

Perselisihan media terbaru ini terjadi di tengah kegagalan negosiasi yang dimediasi Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat yang diadakan pada tanggal 11 dan 12 April.

Pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan setelah diskusi yang panjang. Menurut Araghchi, negosiasi telah "hampir mencapai kesepakatan" sebelum akhirnya gagal.

Para pejabat Iran kemudian menghubungkan kegagalan tersebut dengan apa yang mereka sebut sebagai "tuntutan yang berlebihan" dan perubahan posisi AS selama tahap akhir negosiasi.

Teheran menegaskan mereka memasuki pembicaraan dengan itikad baik, mencari "penyelesaian yang pasti dan langgeng" untuk konflik tersebut, tetapi menyimpulkan pendekatan Washington pada akhirnya merusak kemajuan.

Baca juga: Netanyahu Akui Terkena Kanker Prostat setelah Tumor Ganasnya Diangkat

Topik Menarik