Basarnas Pastikan Semua Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Perempuan
Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan bahwa semua korban yang dievakuasi dalam tragedi kecelakaan Kereta Api Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur merupakan perempuan. Ia menegaskan bahwa seluruh korban telah diserahkan kepada tim medis untuk dirujuk ke rumah sakit terdekat salah satunya adalah RSUD Kota Bekasi.
“100 persen yang kita evakuasi perempuan,” kata Syafii kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
“Jadi korban seluruh korban yang kita evakuasi, baik itu secara langsung maupun dengan eksplikasi, semuanya kita serahkan ke tim medis yang langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan,” ucap dia.
Baca juga: Pemerintah Bakal Benahi 1.800 Titik Perlintasan Kereta Warisan Belanda, Anggaran Rp4 Triliun Disiapkan
Disinggung terkait identitas korban, Syafii mengungkapkan bahwa hal tersebut bukanlah kewenangan dirinya. Sehingga, ia tidak bisa mengungkapkan atau mengidentifikasi korban.“Tentunya bukan saya yang memiliki kewenangan terkait dengan identitas korban dari hasil operasi SAR yang kita laksanakan,” pungkas dia.
Diketahui, Kereta Api (KA) 4 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL TM 5568A (PLB 5568a) yang berhenti di peron 2 Stasiun Bekasi Timur (BKST). Tragedi itu berpangkal dari 35 menit sebelumnya di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera.
Sebuah taksi listrik Green SM mogok di tengah rel dan tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181), sehingga KRL PLB 5568a di belakangnya tertahan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat KRL PLB 5181 yang tertemper taksi listrik.
Dalam waktu singkat (domino effect), tiga rangkaian kereta terlibat insiden beruntun. Dalam laporan akun TMC Polda Metro yang dilihat Selasa (28/4/2026), dilaporkan kecelakaan terjadi Senin pukul 20.50 WIB. Taksi itu berhenti di tengah-tengah lintasan kereta. Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan yang terjadi di perlintasan rel di kawasan Bulak Kapal.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan KRL terganggu dan kereta terpaksa berhenti.
“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya berhenti,” kata Franoto saat dihubungi wartawan.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta lain yang berada di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” ujar dia.










