Tangis Keluarga Pecah! 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta Diserahkan di RS Polri Kramat Jati

Tangis Keluarga Pecah! 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta Diserahkan di RS Polri Kramat Jati

Nasional | sindonews | Selasa, 28 April 2026 - 19:01
share

Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga korban tabrakan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi. Sejumlah keluarga tampak menangis mendapatkan anggota keluarganya teridentifikasi meninggal dunia di ruang jenazah RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (28/4/2026).

Berdasarkan pantauan SindoNews, keluarga dari 10 jenazah korban kecelakaan KA di Bekasi Timur tampak ramai menunggu proses penyerahan jenazah anggota keluarganya itu.

Baca juga: KA Argo Bromo Melaju 110 Km Per Jam sebelum Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

Banyak dari mereka yang menangis saat menunggu penyerahan jenazah karena mereka telah memastikan anggota keluarganya itu merupakan salah satu dari 10 orang yang meninggal di RS Polri.

Meski menangis, mereka tetap tegar menghadapinya. Tim Dokkes RS Polri saat ini tengah melakukan penyerahan 10 jenazah secara satu persatu.

Petugas menyebutkan anggota keluarga yang meninggal untuk diserahkan pada anggota keluarganya. Sebanyak 10 mobil ambulans disiapkan untuk mengangkut jenazah korban untuk bisa dibawa ke rumah duka masing-masing.

Baca juga: Ini Identitas 10 Jenazah Korban Tewas

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono memastikan, 10 jenazah yang telah berhasil teridentifikasi itu langsung diserahkan pada anggota keluarganya malam ini pula.

"Jenazah setelah ini (konferensi pers) langsung diserahkan pada anggota keluarganya masing-masing, disaksikan pihak KAI dan Jasa Raharja," katanya pada wartawan, Selasa (28/4/2026).Sebelumnya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa korban meninggal akibat tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur sebanyak 15 orang.

AHY mengungkap bahwa selain 15 korban meninggal dunia, ada 88 korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit terdekat dari stasiun. Para korban yang luka ini sebagian besar masih dirawat di 8 rumah sakit.

“Dan update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia. Dan 88 orang yang masih dirawat termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit,” kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Topik Menarik