Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, AHY: Butuh Pembenahan Tataran Operasional

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, AHY: Butuh Pembenahan Tataran Operasional

Nasional | sindonews | Selasa, 28 April 2026 - 19:56
share

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line diStasiun Bekasi Timur tak cukup bila hanya melakukan evaluasi di lapangan. Dibutuhkan kebijakan strategis untuk membenahi jalur kereta, khusus di perlintasan sebidang.

"Tadi saya sudah lakukan evaluasi secara langsung di lapangan tapi tidak cukup. Kita akan terus lakukan, kita akan kawal terus melalui kebijakan di tingkat strategis tapi juga pembenahan di tataran operasional maupun teknis," ujar AHY di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Tangis Keluarga Pecah! 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta Diserahkan di RS Polri Kramat Jati

Perlintasan sebidang kerap menjadi titik kecelakaan yang menghambat laju kereta. Masih banyak perlintasan sebidang yang tidak didukung infrastruktur memadai.

"Masih cukup banyak perlintasan sebidang yang belum memiliki sistem pengamanan optimal, termasuk penjaga di lintasan kereta dan sistem lainnya yang juga harus terus dibenahi melalui teknologi efektif dan tepat sasaran," ungkapnya.AHY menuturkan pembangunan flyover dinilai efektif sebagai solusi mencegah kecelakaan kereta di perlintasan sebidang yang padat dilalui kendaraan. Pembangunan flyover perlu pendekatan yang komprehensif antara pengelola jalan darat dengan pihak KAI.

"Kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur. Misalnya, ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass," tuturnya.

Kecelakaan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Insiden ini dipicu taksi hijau yang mengalami mati mesin di perlintasan sebidang Ampera, Bulak Kapal, Bekasi Timur.

Taksi yang berhenti di perlintasan sebidang ditabrak KRL Commuter Line dari Cikarang menuju Jakarta. Tabrakan itu membuat jalur kereta untuk sementara tidak bisa dilintasi.

Di saat yang bersamaan, KRL Commuter Line arah sebaliknya ingin melanjutkan perjalanan menuju Cikarang. Namun, tidak bisa melintas akibat tertahan di Stasiun Bekasi Timur.

Ketika KRL tujuan Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur tiba-tiba KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dari arah Jakarta menabrak bagian belakang kereta komuter. Dari data sementara, korban meninggal sebanyak 15 orang dan luka-luka berjumlah 88 orang.

Topik Menarik