Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak

Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak

Global | sindonews | Kamis, 18 Juni 2026 - 09:53
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah membela keputusannya untuk mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan sebagai bagian dari proses diplomatik yang berkembang dengan Teheran.

Dia mengatakan Amerika harus mengembalikan uang Iran karena menahan dana negara lain secara permanen dapat merusak kepercayaan global terhadap dolar AS dan sistem keuangan internasional.

Baca Juga: Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik

Berbicara di sela-sela KTT G7 di Prancis, Trump mengatakan bahwa Amerika telah lama mendapatkan uang Republik Islam Iran, dan sudah saatnya mengembalikannya.

“Kami telah menerima banyak uang mereka, dan kami memiliki uang mereka,” kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (18/6/2026).

“Itu bukan uang kami, itu uang mereka, dan kami membekukannya pada titik waktu tertentu. Saya rasa kami harus mengembalikannya, Anda tahu, jika kami tidak mengembalikannya, tidak akan ada yang mau berinvestasi dalam dolar lagi,” paparnya.Trump menyatakan bahwa meskipun mempertahankan dana Iran tersebut mungkin tampak menarik dari sudut pandang politik, melakukannya dapat memiliki konsekuensi jangka panjang bagi kredibilitas sistem keuangan AS.

"Saya memikirkannya. Saya bukan orang yang paling sempurna. Saya berkata, 'Bagaimana jika kami menyimpan uang mereka? Apa gunanya kami mengembalikannya kepada mereka?'," kata Trump.

"Namun, orang-orang dari banyak negara, beberapa negara yang tidak kami setujui, mereka memiliki uang mereka, dolar menjadi sangat kuat di bawah kepemimpinan saya, dan mereka tidak ingin berkonflik sedikit dengan seseorang dan akhirnya Amerika Serikat mengambil uang mereka," lanjut Trump.

"Jadi, jika Anda melakukan itu, Anda sebenarnya tidak memiliki sistem," imbuh dia.

Sementara itu, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara virtual telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) 14 poin yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan antara kedua negara, membuka kembali Selat Hormuz, dan meluncurkan proses 60 hari untuk menegosiasikan kesepakatan akhir tentang sanksi dan program nuklir Iran. Upacara penandatanganan dijadwalkan pada hari Jumat (19/6/2026) di Swiss.AS berjanji dengan mitra regional untuk mengembangkan rencana definitif yang disepakati bersama dengan setidaknya USD300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran, menurut dokumen MoU tersebut.

“Kami tidak akan memberikan uang. Hanya jika mereka melakukan hal yang benar. Jika mereka melakukan hal yang benar, jika orang ingin berinvestasi, mereka dapat berinvestasi. Mereka memiliki dana sebesar 300 miliar dolar. Itu hanya jika mereka melakukan hal yang benar,” kata Trump.

“Ingat juga ini, ketika Anda berbicara tentang ‘miliaran dolar', mereka telah mengalami kerugian yang jauh lebih besar dari satu triliun dolar,” imbuh dia.

Mengenai kemungkinan pencabutan sanksi untuk Iran, Trump mengatakan, "Sesuatu akan terjadi segera setelah mereka berperilaku baik.”

MoU 14 poin yang dirilis oleh AS menyatakan bahwa Washington berjanji untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Dewan Gubernur IAEA (Badan Energi Atom Internasional), dan semua sanksi unilateral AS, primer dan sekunder, dalam jadwal yang disepakati sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

Topik Menarik