Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi melemah 54 poin atau 0,30 persen menjadi Rp17.848 per dolar AS. Pelemahan terjadi di tengah menguatnya dolar AS setelah hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca FOMC," kata Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong dalam analisisnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga:BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75
Menurut Lukman, sikap agresif The Fed mendorong indeks dolar AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik global turut memperkuat posisi dolar AS sebagai aset aman (safe haven). Kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi dunia akibat konflik geopolitik dinilai menjadi salah satu pemicu utama penguatan mata uang AS."Indeks dolar AS sendiri mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun. Kekhawatiran apabila pasokan minyak mentah dunia masih belum akan pulih dari perang ikut mendukung dolar AS," ujar Lukman.
Meski dibayangi tekanan eksternal, rupiah dinilai masih mendapat sentimen positif dari domestik. Salah satunya berasal dari keputusan MSCI yang tetap mempertahankan status Indonesia dalam kelompok pasar negara berkembang (emerging market). "Dari domestik, keputusan MSCI untuk tetap mempertahankan status market Indonesia sebagai EM cukup melegakan dan bisa mendukung rupiah," katanya.
Baca Juga:Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Lukman menilai kebijakan suku bunga Bank Indonesia juga akan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Setelah BI menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen, pasar memperkirakan ruang kenaikan suku bunga masih terbuka untuk meredam tekanan eksternal. "BI rate sendiri sangat penting untuk mendukung rupiah dan diperkirakan masih akan dinaikkan ke depannya paling tidak 50 basis poin lagi," ujar dia.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS seiring sensitivitas pasar terhadap perkembangan global dan arah kebijakan moneter AS.









