Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
PT Mekar Asta Nusantara (MANU) memperkuat pengembangan agroforestri dan hilirisasi hasil hutan di Jawa Timur melalui kemitraan bersama kelompok tani hutan di Kabupaten Jember. Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam ajang Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 di Alun-Alun Reksogati, Kabupaten Madiun.
“Kalau sudah ada intervensi teknologi, pendampingan perguruan tinggi, dan kemitraan dengan dunia usaha, maka hilirisasi bisa dikembangkan sehingga produk memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan pers, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga:Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Khofifah mengatakan Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan luasan perhutanan sosial terbesar di Indonesia dengan porsi hampir 30 persen dari total luasan nasional. Selain itu, nilai transaksi ekonomi sektor perhutanan sosial di Jawa Timur juga tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional.
Menurut dia, penguatan agroforestri dan hilirisasi produk berbasis kawasan hutan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat.Kegiatan jambore tersebut dihadiri Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah Prasetiani, jajaran pemerintah pusat dan daerah, akademisi, pelaku usaha, serta lebih dari 800 peserta yang terdiri atas Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pelaku usaha perhutanan sosial dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Apresiasi yang diterima MANU bertepatan dengan satu tahun perjalanan perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha perhutanan sosial melalui pendampingan teknis, penguatan kemitraan, akses pasar, serta pengembangan agroforestri tanaman pangan bersama kelompok tani hutan di Kabupaten Jember.
Direktur Utama Mekar Asta Nusantara Evi Febriana Suhardi mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperluas program pemberdayaan petani dan masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Kami ingin masyarakat sekitar hutan bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang nyata dari lahan yang mereka kelola. MANU ingin menjadi mitra yang hadir dari awal hingga akhir, mulai dari budidaya sampai hasil panen terserap pasar,” ujar Evi.Baca Juga:Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Sebagai bagian dari MEKAR Ecosystem, MANU menjalankan penguatan kemitraan petani melalui pendampingan budidaya, pengembangan komoditas pertanian, hingga penyerapan hasil panen. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, Dinas Kehutanan Jawa Timur, dan Universitas Jember untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia serta keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.
Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 mengusung tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera” sebagai upaya memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.









