Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Creavibe Fest 2026 menjadi panggung kreatif mahasiswa dalam memamerkan karya mereka. Misalnya, kantong plastik bekas dan sisa limbah denim yang lazimnya berakhir di tempat pembuangan akhir itu menjelma menjadi busana bersiluet tegas.
Di tangan mahasiswa Program Studi Desain Produk Universitas Mercu Buana (UMB), material yang kerap dianggap tidak berguna itu bertransformasi menjadi karya fesyen yang memadukan estetika kontemporer dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Pameran dan peragaan busana tersebut berlangsung di Bintaro Plaza Mall, Tangerang Selatan, Sabtu (14/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini merupakan bagian dari penugasan akademik Mata Kuliah Desain Fashion yang diampu oleh Vania Aqmarani Sulaiman, setelah satu semester penuh mahasiswa mengeksplorasi konsep keberlanjutan dalam dunia busana.
Baca juga: Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Salah satu karya yang menyita perhatian pengunjung adalah koleksi bertajuk “Urban Geo-Plast: Permainan Geometris dan Arsitektural”. Karya ini menggunakan kantong plastik bekas yang dipress menjadi lembaran menyerupai kain—transparan, bertekstur, dan memiliki kekuatan struktural yang berbeda dari tekstil konvensional.Material plastik daur ulang tersebut kemudian dipadukan dengan sisa limbah industri denim untuk menciptakan busana bersiluet terstruktur yang menonjolkan eksplorasi bentuk dan warna. Selain plastik dan denim, mahasiswa juga mengolah limbah filamen printer 3D menjadi elemen ornamental dan struktural dalam busana.
Pendekatan ini, yang oleh para pengajar disebut sebagai semangat “From Waste to Wearable Art”, menegaskan bahwa desain dapat menjadi medium yang efektif untuk menghasilkan solusi kreatif sekaligus membangun kesadaran publik terhadap krisis sampah tekstil.
Talkshow dan Metode Lemari Pakaian
Di sela peragaan busana, Creavibe Fest 2026 juga menghadirkan sesi talkshow bertajuk “Plastic + Denim = Future of Fashion?”. Dua dosen Program Studi Desain Produk UMB Nina Maftukha dan Waridah Muthiah, yang memiliki fokus kajian pada bidang budaya, wastra, dan keberlanjutan, menjadi narasumber dalam sesi diskusi tersebut. Dalam diskusi itu, para narasumber memperkenalkan konsep “The Timeline Wardrobe Method”—sebuah pendekatan yang mengajak masyarakat meninjau isi lemari pakaian dari tiga perspektif waktu: masa lalu, masa kini, dan masa depan. Konsep ini mendorong perpanjangan usia pakai pakaian melalui modifikasi, rekonstruksi, dan daur ulang material.
Gagasan tersebut sejalan dengan prinsip slow fashion yang menekankan pengurangan limbah tekstil dan perilaku konsumtif. Para narasumber juga menyoroti besarnya kebutuhan air dalam proses produksi satu helai celana denim, sebagai pengingat agar masyarakat lebih bijak dalam mengelola pakaian dan tidak membuangnya secara sembarangan.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Creavibe Fest 2026 terwujud berkat kolaborasi antara Program Studi Desain Produk dan kelas Manajemen Event Fakultas Ilmu Komunikasi UMB. Mahasiswa dari berbagai program studi, termasuk kelas internasional, turut berpartisipasi sebagai model dalam peragaan karya tersebut.
Kolaborasi lintas disiplin ini dinilai menciptakan ruang konektivitas dan kreasi yang nyata di lingkungan kampus. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMB Irmulansati Tomohardjo sebagai bentuk dukungan institusi terhadap pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam merespons isu sosial dan lingkungan melalui pendekatan desain.
Pihak universitas menyatakan harapannya agar kegiatan semacam ini terus mendorong lahirnya program-program kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat luas. Indonesia termasuk negara dengan volume sampah plastik dan tekstil yang signifikan.
Inisiatif seperti Creavibe Fest 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana institusi pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mendorong perubahan perilaku dan budaya konsumsi, khususnya di kalangan generasi muda.









